Skip to main content

Dilema BBM

Penurunan harga BBM sebanyak tiga kali, yang menjadi bahan kampanye keberhasilan pemerintah, rupanya dinilai berbeda oleh Partai Hanura. Partai yang mengusung Wiranto sebagai capres itu menilai, penurunan BBM belum maksimal, dan belum menunjukkan rasa keadilan di masyarakat.


“Penurunan harga BBM sekarang ini hanya baru bisa dikmati oleh sebagian orang saja, bukan seluruh lapisan masyarakat. Artinya hingga saat ini belum ada keadilan di masyarakat soal penurunan harga BBM,” cetus Sekjen DPP Partai Hanura Yus Usman Yusman di sela-sela acara bedah buku, di toko buku Leksika, lenteng Agung, Jakarta Selatan (9/2).

Dalam kesempatan ini, Yus juga melontarkan janji Partai Hanura yang akan mengurangi kemiskinan jika berhasil memenangkan Pemilu 2009. “Sesuai visi dan misi dari partai Hanura untuk mengentaskan kemiskinan maka kalau Hanura ditakdirkan Tuhan dalam 2009 nanti keluar sebagai pemenang Pemilu, maka kita akan mengubah bangsa Indonesia secara dramatis,” ujarnya.

Dalam acara bedah buku ”Marketing politik” karya Firmanzah Phd, ini, Yus Usman mengatakan satu hal yang harus diingat mengenai marketing politik adalah nilai-nilai yang harus diperhatikan para pemimpin parpol. “Bicara marketing politik adalah bicara nilai”, tegasnya.

Nilai – nilai yang harus diperhatikan disini adalah seperti creating, communicating, dan delivery. Dalam proses creating kita harus memiliki nilai yang unggul dibandingkan para pesaingnya, dengan memiliki nilai yang unggul diharapkan nantinya kita akan mendapatkan benefit yang yang tinggi.

Namun sampai saat ini kita masih memiliki beberapa hambatan dalam mensosialisasikan hal tersebut, yakni mengenai tingkat tingkat pendidikan masyarakat, yang hingga sekarang menjadi hambatan kita dalam menyampakan gagasan. “Gagasan ini baru sampai di tingkat menengah keatas, sedang untuk kalangan bawah belum terpenuhi, “ ujarnya.

Diakuinya, tugas dari para kader dan fungsionarisnya sudah menanti. “Sudah menjadi kewajiban bagi orang-orang Hanura, untuk membawa nama Hanura agar memiliki nilai jual di masarakat,” timpalnya. (RON/ndra/Friz)

sumber:http://indowarta.com/index.php?option=com_content&task=view&id=5303&Itemid=58



Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …

Olahraga Sekaligus Piknik di Tian Tan Buddha

Setelah beberapa kali pergi ke Hong Kong, saya akhirnya berkesempatan mengunjungi Tian Tan Buddha, sebuah patung Buddha terbesar di Hong Kong yang terletak di Ngong Ping, Pulau Lantau. Patung ini merupakan salah satu tempat wajib yang dikunjungi turis.

(Mengapa baru sekarang? Bukan apa-apa, minat saya sih ada tetapi kadang sering kalah oleh nafsu berbelanja di Hong Kong. Apalagi, kalau menginap di Kowloon. Yah, bawaan kaki pasti menelusuri Nathan Road dan Harbor Front).


Patung Buddha raksasa Tian Tan.

Salah satu hal yang menunda niat saya mengunjungi Tian Tan adalah lokasinya yang cukup jauh sehingga tidak bisa sekali naik dengan kereta bawah tanah. Perlu sekitar 35 menit dari stasiun Hong Kong ke stasiun Tung Chung. Dan setelah turun dari stasiun kereta Tung Chung, mesti meneruskan dengan transportasi lain.

Jika kantong tebal, bisa memilih kereta gantung dengan waktu tempuh sekitar 25 menit. Tetapi, kalau keuangan terbatas (seperti saya waktu itu), bisa naik bus (NLB) sel…