Skip to main content

Jujurlah terhadap diri sendiri.

Emosi positif dan negatif tidak bisa berbaur di dalam pikiran. Salah satunya pasti lebih dominan. Anda harus memastikan bahwa pikiran Anda didominasi oleh pengaruh pikiran positif - Napoleon Hill -

Pada diri kita akan selalu kita dapatkan salah satunya atau mungkin kedua-duanya dalam intensitas yang berbeda-beda, yaitu pola-pola gagal dan pola-pola sukses. Kalau kita mendapatkan pada diri kita pola-pola sukses, ya tidak masalah. Namun akan lain jadinya jika kita mendapatkan pola-pola sukses. Jika hal terakhir ini yang terjadi maka biasanya segala sesuatu di luar diri kita yang akan sering disalahkan.

Tapi pernahkah Anda merenung bahwa apapun yang terjadi pada Anda, hanya Andalah penyebabnya. Pernahkah Anda mencoba masuk ke dalam diri Anda dan menyelami apa yang Anda pikirkan dan rasakan ketika mendapatkan sebuah pola-pola gagal. Maksud saya adalah bukan perasaan marah dan jengkel saja, tetapi selamilah lebih dalam lagi dan bersifat jujurlah terhadap diri Anda sendiri.

Bagaimana pun juga, hanya Anda yang dapat jujur terhadap diri Anda sendiri karena tidak seorang pun yang tahu apa yang Anda pikirkan dan rasakan. Berlaku jujur terhadap pikiran dan perasaan Anda sendiri merupakan batu loncatan yang dahsyat dalam melakukan pola-pola sukses.

Dengan berlaku jujur terhadap pikiran dan perasaan yang muncul, bukan tidak mungkin Anda akan mengetahui bahwa ada sesuatu dalam diri Anda yang percaya Anda tidak pantas mendapatkan kenaikan gaji, kesuksesan, kenaikan karir, hubungan yang romantis? Atau mungkin secara rasional Anda mengatakan bahwa Anda layak mendapatkan kenaikan gaji, mendapatkan kesuksesan, atau kenaikan karir, namun Anda merasa bahwa Anda tidak layak untuk mendapatkannya dengan berbagai alasan.

Atau mungkin sewaktu Anda kecil, ketika Anda mengutarakan kepada orang tua, keluarga, teman, atau guru bahwa Anda ingin menjadi orang yang hebat, Anda begitu luar biasa, Anda ingin sukses; mereka secara spontan mengejek Anda dan mengatakan bahwa Anda harus berhenti bermimpi dan realistis. Mereka mungkin tidak bermaksud untuk mengkritik Anda. Mereka mungkin ingin menunjukkan kepada Anda jalan yang “benar”. Mereka mungkin ingin memberitahu kepada Anda bahwa hidup ini haruslah “realistis”. Dan yang mereka katakan adalah sesuatu maksud baik kepada Anda, tapi hal itu justru menjadi program negatif kepada Anda.

Penting untuk Anda ketahui bahwa pikiran bawah sadar adalah reaktif, dalam pengertian ia hanya berespons terhadap impuls atau program atau perintah yang diberikan kepadanya. Program yang menentukan bagaimana ia berfungsi, berasal dari diri kita sendiri atau orang lain.

Jadi, dengan bersifat jujur terhadap diri sendiri, kita akan mudah mengetahui bahwa terdapat beberapa hal dalam diri kita yang tanpa sadar menarik hal-hal yang sebenarnya tidak kita inginkan. Dengan mengetahuinya, kita akan jauh lebih mudah untuk memaafkan diri kita sendiri dan orang lain. Kita akan jauh lebih respek terhadap paradigma lain, dan kita menjadi lebih mudah untuk merubah diri kita ke arah yang lebih baik.

Seperti kata Napoleon Hill di atas, mungkin saja kita lebih sering di dominasi oleh pikiran dan emosi negatif, yang tanpa sadar memengaruhi perilaku kita dan menarik sebanyak mungkin segala sesuatu yang justru tidak kita harapkan. Oleh sebab itu, kita harus menggantinya dengan pikiran dan emosi positif agar lebih dominan dalam diri kita.

Kata Michael Losier, terdapat dua hal untuk mengetahui bahwa LoA bekerja dengan sangat positif kepada Anda. Dua hal itu adalah:

1. Merasakan perasaan positif. Kata Losier, ketika kita berhasil membuang keraguan kita, maka kita akan cenderung ikhlas dan merasa bahagia, yang biasanya ditandai dengan perasaan lega: “Ah, ini jauh lebih baik!”
2. Melihat bukti-bukti nyata dalam kehidupan bahwa apa yang kita harapkan betul-betul terwujud. Jika hal ini terjadi, ini membuktikan bahwa kita telah menghilangkan keraguan dan telah ikhlas.

Nah, dalam upaya kita untuk mencapai tujuan hidup dan meraih yang diinginkan dan diharapkan, tentunya akan melewati proses waktu yang kita sendiri tidak mengetahuinya. Terkadang apa yang kita harapkan terwujud dengan segera, terkadang pula membutuhkan waktu yang agak lama.

Sesuatu yang pasti ketika apa yang kita harapkan agak lama terwujud adalah kita tetap berada pada point satu di atas, yaitu menjaga pikiran dan perasaan kita tetap positif. Jika hal ini yang kita lakukan, maka keadaan ini disebut dengan cobaan, dan hanya dengan bersabar menjaga kondisi pikiran dan perasaan tetap positif kita bisa meraih yang kita harapkan. Cobalah perhatikan sebuah petikan yang saya ambil dari Al-Qur’an:

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” (Semuanya dari-Mu dan hanya kepada-Mu kami kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk QS 2:155-157.

Tapi, hal sebaliknya yang akan akan menimpa kita jika dalam waktu penantian akan sebuah harapan, kita berhenti untuk merasa positif dan bahagia, dan berpindah kepada keluhan dan menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan Tuhan. Maka kondisi ini yang saya sebut sebagai penderitaan hidup. Sudah ndak mendapatkan harapan yang diharapkan, bahkan semakin mengeluh dan menyalahkan. Akan tetapi kita bisa memilih!

Artikel telah disadur kembali oleh:
Joko Hamdani as Sejarawan Hamdina
024-7060.9694
D'professional historian with excellent entrepreneur skill.

Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …

Olahraga Sekaligus Piknik di Tian Tan Buddha

Setelah beberapa kali pergi ke Hong Kong, saya akhirnya berkesempatan mengunjungi Tian Tan Buddha, sebuah patung Buddha terbesar di Hong Kong yang terletak di Ngong Ping, Pulau Lantau. Patung ini merupakan salah satu tempat wajib yang dikunjungi turis.

(Mengapa baru sekarang? Bukan apa-apa, minat saya sih ada tetapi kadang sering kalah oleh nafsu berbelanja di Hong Kong. Apalagi, kalau menginap di Kowloon. Yah, bawaan kaki pasti menelusuri Nathan Road dan Harbor Front).


Patung Buddha raksasa Tian Tan.

Salah satu hal yang menunda niat saya mengunjungi Tian Tan adalah lokasinya yang cukup jauh sehingga tidak bisa sekali naik dengan kereta bawah tanah. Perlu sekitar 35 menit dari stasiun Hong Kong ke stasiun Tung Chung. Dan setelah turun dari stasiun kereta Tung Chung, mesti meneruskan dengan transportasi lain.

Jika kantong tebal, bisa memilih kereta gantung dengan waktu tempuh sekitar 25 menit. Tetapi, kalau keuangan terbatas (seperti saya waktu itu), bisa naik bus (NLB) sel…