Skip to main content

Re: [Manager-Indonesia] Skill or attitude?

Singkat saja, menurut FFM [five factor model] psycho test bisa membantu mengungkap attitude. Menurut saya attitude akan kelihatan dari kecenderungan berperilaku.

Kita pasti akan memilih orang yang kelihatan bersemangat, kita akan melihatnya penuh energi, spirit tinggi, banyak ide, suka tantangan, dan biasanya rela berfokus ria pada pekerjaan.
Sisi buruk dari orang orang ini menurut psycholog mempunyai kecenderungan rapuh terhadap hujan pekerjaan pekerjaan yang tidak dibarengi dengan perlakuan yang adil -menurutnya- .
Dia akan menjadi gampang meledak, merasa dimanfaatkan, dan tidak segan segan mengambil tindakan kontra produktif.
Seringkali orang seperti ini sampai pada titik dimana dia merasa hidup ini tidak adil. Sebagai pekerja keras harus mendapat perhatian khusus, dan tidak perlu mengekspose bila dia bersalah. Jadi siap siaplah dengan arahan yang bagus kepada mereka ini.

Dilingkungan saya hal hal itu terjadi dan tidak di satu dua orang, nha...apa kita termasuk orang seperti ini? Biasanya blogger itu type orang yang penuh semangat lho?

Joko Hamdani as Pro Historian.
024-7060.9694
Independent with my own idealism.

Deskripsi diatas merupakan jawaban bagi pertanyaan berikut....
Tahun pertama saya di kantor yang baru, cukup berat. Fuiih ! bagaimana
lagi, ini memang perusahaan baru, berdiri tahun 2006 di Indonesia.
Tetapi memang, perkembangannya sangat siginifikan. Secara term of
value, nilai selling per tahunnya cukup besar. Singkat kata, saya
harus melakukan set-up di warehouse dan logistic, membenahi WMS
(Warehouse management system), mulai dari manpower, cost dan
budgeting, KPI dan lain sebagainya.

Saya pikir…hmm…this is good point. Saya benar-benar belajar mengambil
keputusan dari sudut pandang manajerial dan operational.

OK. Cukup !

****

Kemudian, minggu ini, target manpower requirement harus closed. Mbak
HR sudah menyerahkan beberapa kandidat yang akan saya pilih. Ada
beberapa orang yang menarik perhatian saya. Oh ya, posisinya? ini
entry level dan posisi operational. Saya memerlukan beberapa orang
untuk picking order dan receiving person.

Sebelumnya, Mbak HR bilang ke saya:

“Pak, kualifikasi dan jobs desc bisa dijelaskan ndak? Biar nanti kami
ndak salah pilih orang?”

“Ok” Jawab saya. Saya berikan nota kecil, saya tulis jobs desc. dan
kualifikasi. Standar saja. Saya tidak terlalu muluk-muluk. Cukup
minimal SMA, male (karena memang pekerjaan lapangan), bisa komputer
dan saya prefer kalo dia sudah punya pengalaman bekerja di
logistik/distribusi atau warehouse.

Tapi, bagaimana bijaknya menyeleksi beberapa kandidat ini? Saya bukan
orang HR dan tidak pernah belajar psikologi.. Posisi saya jelas, saya
bakal jadi user mereka.

Kebetulan, di LinkedIn ada diskusi menarik terkait dengan ini, yakni
perihal pertanyaan sederhana tapi point-nya penting sekali.

Pertanyaannya adalah:

“Ketika Anda merekrut karyawan baru, mana yang lebih anda dahulukan,
skill ataukah attitude (sikap/kepribadian) ?”

Skill berkaitan dengan kemampuan teknis. Misalnya, bisa komputer,
internet, mengerti konsep order picking, manufacturing oder, cycle
count dan lain sebagainya. Skill bisa dilihat dari pengalamanya
bekerja. Mungkin, di CV dicantumkan sejumlah project atau pencapaian
yang diraih di tempat yang lama.

Sedang attitude? Mungkin akan kelihatan ketika melakukan wawancara,
sikapnya berbicara, intonasinya, keberanian, kemampuan mengungkapkan
ide, argumentasi. Tapi, kadang-kadang itu semua kamuflase, bisa
dipelajari. Lantas, setelah 2-3 bulan bekerja….kelihatan belangnya.
Saya tidak pandai menganalisa hal-hal seperti ini.

Saya tidak tahu bagaimana menganalisa pertanyaan ini secara psikologi
sciences. Tapi, sederhana saja, besuk pagi: Saya akan mencari yang
terbaik diantara mereka dengan cara saya sendiri.

Menurut Anda bagaimana?

Artikel telah disadur kembali oleh:
Joko Hamdani as Sejarawan Hamdina
024-7060.9694
D'professional historian with excellent entrepreneur skill.


Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Dome Of the Rock Itu bukan Al-Aqsa

Sebagian orang mungkin sering keliru membedakan antara Masjid Al-Aqsa dengan the Dome of the Rock (Kubah Batu Karang), dengan khas kuning keemasan. Orang sering menyangka bahwa the Dome of the Rock adalah Masjid Al-Aqsa. Jika diperhatikan dengan teliti peta keliling kawasan Haram As-Sharif secara seksama, kita akan dapat melihat sebuiah lagi kubah berwarna hijau yang kelihatan agak samar-samar. Percaytalah, kubah yang berwarna hijau itulah Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya yang kini berada dalam wilayah cengkeraman Yahudi Israel.
Beberapa saat yang lalu, Dr. Marwan Saeed Saleh Profesor Matematika di Universitas Zayed Dubai pernah menulis peringatanj tentnang tipuan yahudi mengenai kubah masjid Al-Aqsa dengan kubah masjid Shakhra atau populer disebut the Dome of the rock (Kubah Batu Karang). Surat yang ditulis dan dimuat di Harian Al-Dastour itu antara lain menjelaskan bebrapa kekeliruan memahami Masjidil Aqsa dan The Dome of The Rock.
Sebagaimana diketahui, disekitar Haram AS-S…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …