Skip to main content

HUTANG Untuk Bisnis, BISNIS Untuk Hutang, (Hati-hati) TERBELIT Hutang

Dewasa ini, sangat marak berbagai seminar dan workshop soal 'hutang-hutang an' atau ada yang mengistilahkan dengan 'cashback', yang disambut dengan sangat antusias oleh para pesertanya, yang sebagian besar adalah para entrepreneur yang baru memulai usahanya, atau calon entrepreneur yang sudah memiliki impian besarnya.
Para Mentor Bisnis seperti berlomba memberikan berbagai kiat terbaiknya, bagaimana caranya untuk memperoleh hutang atau cashback dalam jumlah besar, mulai ratusan juta rupiah sampai dengan milyaran rupiah. Tentu saja seminar atau workshop semacam ini disambut penuh antusias dan harapan besar oleh para pesertanya. Apalagi juga sering disampaikan bisa dilakukan oleh mereka yang baru saja memulai usaha, dapat hutang atau cashback dalam jumlah besar, bahkan tanpa perlu proses panjang dan bisa saja tanpa agunan. Ini sungguh terobosan yang Luar Biasa Prima! Yang mana, terobosan semacam ini tidak ada atau belum ada pada jaman saya dulu saat memulai usaha. Karena pada saat saya memulai usaha, disamping tabungan saya pribadi, saya hanya mengandalkan pinjaman lunak kepada IMF alias Istri...Mertua...Famili saya, yang cukup banyak jumlah orangnya dan punya tabungan lumayan besar dan mereka dukung saya dengan ikhlas juga... hehehe...


Kembali ke soal hutang, saya baru mulai berani hutang ke lembaga keuangan, baik bank atau pun non bank; setelah bisnis saya berjalan lancar dan punya agunan untuk dijaminkan ke lembaga keuangan bersangkutan. Dan besar hutang ternyata hanya maksimal 70% dari nilai agunan yang dijaminkan, karena saya tidak punya personal guarantie yang mau menjaminkan dirinya untuk bisnis saya... hahaha... Oleh karena itu, saya sangat takjub dengan langkah-langkah para entrepreneur saat ini, yang bisa bicara tentang cara memperoleh hutang dalam jumlah besar meskipun mereka baru memulai usahanya... Bahkan tidak perlu proses berbelit panjang dengan berbagai peraturannya.


Benar-benar Luar Biasa Prima! Karena sampai sekarang pun, saya belum bisa melakukan hal itu, bagaimana bisa memperoleh hutang atau cashback dengan nilai besar, mulai ratusan juta sampai dengan milyaran rupiah itu secara mudah. Cara-cara saya dalam mengajukan kredit atau hutang, masih tetap cara lama sesuai dengan aturan main yang ada di dunia perbankan. Pernah saya coba tanyakan langsung ke pihak manajemen lembaga keuangan bersangkutan, cara-cara memperoleh hutang yang lebih cepat dan nilainya lebih besar daripada nilai agunan, malah saya diketawain.. . karena mereka tidak berani melanggar aturan main yang sudah ditetapkan oleh Bank Indonesia.


Namun satu hal yang saya ketahui dan pernah saya lakukan dulu untuk memperoleh dana segar... yang sebenarnya tidak segar-segar amat... hehehe, yaitu dengan cara memutar-mutar uang keluar masuk di rekening koran bank dan juga menggunakan perputaran pemakaian uang di Credit Card yang saya miliki. Saya dulu sempat memiliki 20 Credit Card Gold, dan 5 Credit Card Platinum dari berbagai Bank terkemuka di negeri ini, ini yang pernah saya pakai untuk memutar-mutar uang yang memang bisa bernilai sampai milyaran rupiah. Tetapi cara-cara semacam ini sudah lama sekali saya tinggalkan, karena menurut hemat saya, itu sangat membahayakan bisnis dan finansial saya dikedepannya.


Saya menulis ini sekedar untuk memberikan gambaran saja kepada Anda, khususnya calon entrepreneur maupun entrepreneur yang baru memulai usahanya. Hendaknya Anda bersikap bijak dalam hal upaya untuk memperoleh dana pinjaman atau hutang atau cashback, atau apa pun namanya, yang jelas itu tetap saja uang milik pihak lain, dan bukan sepenuhnya milik Anda. Pada saatnya nanti Anda harus mengembalikannya juga beserta bunga pinjamannya sekalian.


Bisnis dengan menggunakan uang orang lain boleh-boleh saja, asalkan Anda sudah penuh komitmen dan yakin bahwa bisnis Anda bisa jalan sesuai rencana. Ingatlah, bisnis tetap harus direncanakan, dan tidak ada sukses tanpa perencanaan. Hal yang perlu Anda pahami adalah bagaimana sikap Anda pada saat memulai bisnis? Ini sangat penting untuk menjalankan bisnis Anda. Selain itu, Anda juga harus mengerti, mengapa terjadi kegagalan dalam berbisnis? Anda juga perlu mempelajari beberapa penyebab bangkrutnya suatu bisnis!


Nah, para calon entrepreneur dan entrepreneur pemula... bijaklah dalam menyikapi 'hutang-hutang an' atau 'cashback' ini, gunakan benar-benar hanya untuk mengembangkan bisnis yang terencana secara matang. Kontrol secara ketat, penggunaan Credit Card Anda! Kalau memutar-mutar uang di rekening koran boleh-boleh saja untuk membuat bagus financial image Anda. Namun jangan sampai Anda keliru bersikap dengan kebanggaan semu karena memiliki banyak Credit Card atau punya duit besar hasil hutang, sehingga sampai terjadi euphoria hutang yang tidak pada tempatnya. Hati-hatilah dan bijaklah, jangan sampai Anda nanti terbelit dan dibelit hutang sampai mencekik leher, dan... Anda menyalahkan para Mentor Bisnis yang sudah berbagi cara memperoleh hutang atau cashback tersebut. Mentor Bisnis hanyalah bersifat memberikan motivasi dan inspirasi kepada Anda, sedangkan tindakan selanjutnya adalah 100% tanggung jawab Anda sendiri. SELAMAT dan SUKSES MENJADI ENTREPRENEUR SEJATI.

Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …

Olahraga Sekaligus Piknik di Tian Tan Buddha

Setelah beberapa kali pergi ke Hong Kong, saya akhirnya berkesempatan mengunjungi Tian Tan Buddha, sebuah patung Buddha terbesar di Hong Kong yang terletak di Ngong Ping, Pulau Lantau. Patung ini merupakan salah satu tempat wajib yang dikunjungi turis.

(Mengapa baru sekarang? Bukan apa-apa, minat saya sih ada tetapi kadang sering kalah oleh nafsu berbelanja di Hong Kong. Apalagi, kalau menginap di Kowloon. Yah, bawaan kaki pasti menelusuri Nathan Road dan Harbor Front).


Patung Buddha raksasa Tian Tan.

Salah satu hal yang menunda niat saya mengunjungi Tian Tan adalah lokasinya yang cukup jauh sehingga tidak bisa sekali naik dengan kereta bawah tanah. Perlu sekitar 35 menit dari stasiun Hong Kong ke stasiun Tung Chung. Dan setelah turun dari stasiun kereta Tung Chung, mesti meneruskan dengan transportasi lain.

Jika kantong tebal, bisa memilih kereta gantung dengan waktu tempuh sekitar 25 menit. Tetapi, kalau keuangan terbatas (seperti saya waktu itu), bisa naik bus (NLB) sel…