Skip to main content

Bedanya Google Plus, Facebook dan Twitter

Pernah di tag di Facebook oleh seseorang pada sebuah foto produk yang sama sekali tidak menarik minat kamu? (sering kali…..) Pernah mendapat message di Facebook dari orang yang tidak dikenal dan isinya sesuatu yang tidak ada kaitannya denganmu? (ini bikin mangkel….). Atau beranda penuh dengan status yang isinya dari ngalor sampai ngidul, macem-macem? (komentarnya pun jadi labil kan…). Nah ditengah kebosanan terhadap spamming di Facebook, Google meluncurkan Google+ . Apa bedanya?
Prospek Google+  masih tanda tanya sebagaimana kubahas di posting pertama, tapi menarik untuk membandingkan dengan 2 besar media sosial yang sudah ada. Apa perbedaan antara Google+, Facebook dan Twitter? Aku coba membuat perbandingan diantara ketiganya, semoga membantu.
Facebook
Twitter
Google+
Jaringan PertemananJaringan InformasiJaringan Pertemanan dan jaringan informasi

Untuk mengikuti informasi dari orang lain, butuh konfirmasi sebagai teman

Untuk mengikuti informasi dari orang lain, bisa langsung mengikuti tanpa konfirmasi

Untuk mengikuti informasi dari orang lain, bisa langsung mengikuti tanpa konfirmasi

Menambahkan teman dulu, dikategorikan kemudian

Menambahkan orang yang diikuti (following) dulu, dikategorikan dalam daftar (list) kemudian

Menambahkan orang dengan memasukkan dalam kategori lingkaran (circle)

Informasi yang disharingkan semakin lama semakin ke bawah dan menghilang

Informasi yang disharingkan semakin lama semakin ke bawah dan menghilang

Informasi yang disharingkan bisa naik ke atas lagi bila ada komentar baru

Untuk memutus hubungan dengan sebuah akun relatif rumit. Harus masuk ke profil akun tersebut

Untuk memutus hubungan, cukup klik unfollow

Untuk memutus hubungan, cukup klik tanda centang pada circlenya di tampilan kita

Berbagi content ke semua orang

Berbagi content ke semua orang

Berbagi content langsung diminta memilih segmen/kategori teman yang dituju

Cenderung nyampah (spam), penyebaran informasi pada semua orang (tanpa pandang minatnya)

Cenderung nyampah (spam), penyebaran informasi pada semua orang (tanpa pandang minatnya)Membaca, mencari dan berbagi di tampilan yang sama
Penyebaran informasi tidak berdampak domino.Penyebaran bisa berdampak dominoPenyebaran informasi bisa berdampak domino.

Dapat digunakan untuk mengawali pembentukan komunitasDapat digunakan untuk membangun dan mempererat komunitas

Dapat digunakan untuk pencarian topik dan narasumbernyaDapat digunakan untuk pencarian topik dan narasumbernya

Tidak adaAda Trending Topics yang menunjukkan topik paling popular dibicarakanTidak ada (belum?)




Bisa melakukan chat versi tulisan (mungkin berkembang dengan bergabungnya Skype)Tidak bisa melakukan chat. Hanya saling mentionBisa melakukan chat versi video dengan seluruh anggota sebuah circle

Ada yang mau menambahkan?


Jorganizer Hamdani
024-7060.9694 (flexy)
hope 4 the best n prepare 4 the worst
knowing is nothing without applying

Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Dome Of the Rock Itu bukan Al-Aqsa

Sebagian orang mungkin sering keliru membedakan antara Masjid Al-Aqsa dengan the Dome of the Rock (Kubah Batu Karang), dengan khas kuning keemasan. Orang sering menyangka bahwa the Dome of the Rock adalah Masjid Al-Aqsa. Jika diperhatikan dengan teliti peta keliling kawasan Haram As-Sharif secara seksama, kita akan dapat melihat sebuiah lagi kubah berwarna hijau yang kelihatan agak samar-samar. Percaytalah, kubah yang berwarna hijau itulah Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya yang kini berada dalam wilayah cengkeraman Yahudi Israel.
Beberapa saat yang lalu, Dr. Marwan Saeed Saleh Profesor Matematika di Universitas Zayed Dubai pernah menulis peringatanj tentnang tipuan yahudi mengenai kubah masjid Al-Aqsa dengan kubah masjid Shakhra atau populer disebut the Dome of the rock (Kubah Batu Karang). Surat yang ditulis dan dimuat di Harian Al-Dastour itu antara lain menjelaskan bebrapa kekeliruan memahami Masjidil Aqsa dan The Dome of The Rock.
Sebagaimana diketahui, disekitar Haram AS-S…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …