Skip to main content

Pendidikan dan Kesuksesan

Orang-orang besar seperti Thomas Edison, Henry Ford, pendiri Ford Motor Co; Bill Gates, pendiri Microsoft; Ted  Tunner, pendiri CNN; Michael Dell, pendiri Dell Computer; Steve Jobs,  pendiri Apple Computer; Ralph Lauren, pendiri Polo; Kemmon Wilson,  pendiri Holiday Inn; semuanya bukanlah lulusan perguruan tinggi. James E Carey pendiri UPS di usia 11 tahun berhenti sekolah. Harland D  Sanders, pendiri Kectucky Fried Chicken pada usia 12 tahun telah  berhenti sekolah.

1. Bill Gates dan Steve Jobs putus sekolah?

Aahhh, cerita favorit motivator2 bisnis dan pemberontak2 yang bilang sekolah ga
penting ^^
Tidak perlu saya ceritakan di sini. Semua orang di abad 21 yang dapat membaca
pasti sudah pernah mendengar cerita panjang bagaimana Bill Gates dan rivalnya
Steve Jobs putus sekolah dan membuat 2 perusahaan paling berpengaruh di awal
abad 21.
This story is true, but usually greatly oversimplified. Mereka melupakan
beberapa detail penting di cerita2 tersebut dan hanya menggambarkan, "Tuh,
orang ga kuliah bisa sukses dan jadi salah 1 yang terkaya di dunia." Ya. You
can. But read this first.

Bill Gates adalah seorang jenius. Di kelas 8 (sekitar umur 13-14, kalau di
Indonesia mungkin baru SMP), Gates mulai memprogram komputer di sekolahnya
menggunakan bahasa BASIC. Dia bersama 3 temannya dipekerjakan oleh Computer
Center Corporation (CCC) untuk menemukan bug dalam software mereka. Dia
menggunakan waktu ini untuk mempelajari bahasa2 FORTRAN, LISP, dan machine
language. Di umur 17, Gates membuat traffic counter menggunakan prosesor Intel
8008.

Tahun 1973 dia mengikuti SAT (UAN di amerika) dan mendapat nilai 1590 dari 1600
(lihat betapa jeniusnya dia, kalau dikonversi ke NEM berapa tuh nilainya
hahaha). Dia mendaftar Harvard dan di tahun pertama dia sudah dapat membuat
algoritma baru yang sangat cepat dan menjadi versi tercepat dari algoritma itu
selama 30 tahun. Berbekal semua pengetahuan ini dia membuat perusahaan bernama
Micro-Soft.

Well, bagi yang mengerti komputer, kemampuan dia di tahun 1973 di usia 18 tahun
mungkin sudah melebihi engineer2 komputer lulusan S1 jaman sekarang. Dan itu
1973. Ingat. 1973.

Rivalnya, Steve Jobs, hampir sama. Waktu SMP dan SMA, dia sudah dipekerjakan
oleh Hewlett-Packard sebagai pegawai musim panas. Dan walaupun dia berhenti
kuliah, dia tetap mendatangi kelas2 kuliahnya dan mempelajari berbagai macam
hal. 2 tahun setelah itu, dia sudah dapat diterima sebagai teknisi di Atari.

Dengan pengetahuan jauh melebihi sarjana S1 seperti itu, tentu saja mereka
dapat membuat sesuatu tanpa mengikuti kuliah. Mereka putus kuliah karena mereka
sudah bisa membuat sesuatu yang besar dan mengubah dunia. They are geniuseswith
dedication and work-hardiness.
Yup, memang benar tidak perlu sekolah tinggi2, tetapi dengan catatan, Anda
harus mempunyai suatu keahlian yang jauh lebih tinggi dibanding lulusan sekolah
tinggi yang harus dipupuk dari kecil. Mereka menghabiskan liburan musim panas
dengan mengutak-atik komputer.

2. Thomas Alfa Edison berhenti sekolah?
Edison dianggap idiot karena dia memang menderita kelainan. Beberapa orang
modern mendefinisikannya sebagai ADD (ADHD-PI), namun pada intinya dia tidak
bisa diam, selalu bertanya, dan jarang fokus pada suatu hal karena terlalu
banyak yang dia ingin tahu (sounds genius now instead of stupid?). Akhirnya
walaupun tidak sekolah, ibunya mengajarinya sendiri di rumah. Membelikan Edison
buku2 seperti "School of Natural Philosophy" dan "The Cooper Union" yang
ilmunya jauh melebihi umurnya. Ini mengakibatkan Edison memahami ilmu
pengetahuan dengan luas dan dalam tidak seperti anak2 seusianya. Edison sudah
mempunya laboratorium penelitian mini waktu masih kecil.

Dan cerita tentang penemuan bola lampu? Well, jarang sekali ada yang menekankan
betapa keras dan beratnya kerja Edison untuk itu. Sebenarnya Edison bukanlah
yang pertama menemukan bola lampu, namun dia menyempurnakan desain dan
materialnya sehingga menjadi bola lampu yang murah dan dapat digunakan dengan
nyaman. Prosesnya melingkupi mencoba berbagai macam bahan dan desain untuk
sumber cahayanya, prosesnya lebih kurang seperti "trial and error" berdasar
teori2. Yup. Edison menggunakan lebih dari 3000 teori untuk percobaan2nya. Dan
setelah 2 tahun penuh perjuangan akhirnya menemukan kombinasi yang tepat.
Carbonized bamboo filament. Filamen bambu terkarbonasi.Now, untuk orang2 yang
pernah merasakan dunia riset, semua pasti tahu prosesnya. Dalam meneliti
sesuatu, kita menggunakan beberapa teori (baca: paper), biasanya 2 sampai 4
paper dan mencoba2 teori2 itu selama beberapa bulan dan mungkin tahun. Kalau
beruntung sukses, kalau sial ya gagal. Nah, sekarang bayangkan Edison yang
menggunakan 3000 paper untuk mengerjakan penelitiannya dalam 2 tahun saja.

Jadi cerita bahwa pendidikan ga penting itu hanya mitos belaka.
If you like something, anything it is, and you dedicate your life to it,
struggle hard, work hard, it will worth something in the end.

Jorganizer Hamdani
024-7060.9694 (flexy)
hope 4 the best n prepare 4 the worst
knowing is nothing without applying

Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Dome Of the Rock Itu bukan Al-Aqsa

Sebagian orang mungkin sering keliru membedakan antara Masjid Al-Aqsa dengan the Dome of the Rock (Kubah Batu Karang), dengan khas kuning keemasan. Orang sering menyangka bahwa the Dome of the Rock adalah Masjid Al-Aqsa. Jika diperhatikan dengan teliti peta keliling kawasan Haram As-Sharif secara seksama, kita akan dapat melihat sebuiah lagi kubah berwarna hijau yang kelihatan agak samar-samar. Percaytalah, kubah yang berwarna hijau itulah Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya yang kini berada dalam wilayah cengkeraman Yahudi Israel.
Beberapa saat yang lalu, Dr. Marwan Saeed Saleh Profesor Matematika di Universitas Zayed Dubai pernah menulis peringatanj tentnang tipuan yahudi mengenai kubah masjid Al-Aqsa dengan kubah masjid Shakhra atau populer disebut the Dome of the rock (Kubah Batu Karang). Surat yang ditulis dan dimuat di Harian Al-Dastour itu antara lain menjelaskan bebrapa kekeliruan memahami Masjidil Aqsa dan The Dome of The Rock.
Sebagaimana diketahui, disekitar Haram AS-S…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …