Skip to main content

TERHINDAR DARI BAHAYA KARENA BAIK HATI

Pada zaman dinasti Ming, ada seorang saudagar yang berasal dari Anhui bernama Wang Shan dia telah berumur empat puluh tahun lebih belum mempunyai keturunan. 

Pada suatu hari ketika pergi ke kota lain berdagang dia mendengar dikota tersebut ada seorang peramal nasib yang sangat pintar, lalu dia pergi pencari peramal nasib ini. 
Peramal nasib ini setelah melihat wajah Wang Shan dengan wajah sedih berkata, "Benarkah engkau sampai hari ini tidak mempunyai anak?" Wang Shan menjawab, "Benar." Peramal melanjutkan "Engkau tidak saja tidak akan mempunyai anak, bahkan bulan oktober yang akan datang engkau akan ditimpa bencana besar."

Wang Shan sangat percaya kepada peramal nasib ini,  dia lalu pergi ke Fengzhou, menutup semua usahanya membawa pulang semua hartanya bermaksud pulang ke kampung halamannya.

Pada saat itu bulan oktober musim hujan, air sungai meluap, perahu tidak dapat berlayar, oleh sebab itu sementara dia hanya bisa menginap disebuah hotel.  Setelah senja cuaca mulai cerah kembali, untuk menghilangkan rasa bosan dia pergi jalan-jalan ke tepi sungai, dia melihat ada seorang perempuan terjun melompat ke sungai bunuh diri.
 
Dia langsung berteriak kepada tukang perahu yang ada disana meminta tolong sambil berkata, "Siapa yang dapat menyelamatkan perempuan itu saya akan menghadiahkannya 20 Yuan." Tukang perahu setelah mendengar perkataannya bergegas menyelam akhirnya perempuan tersebut dapat diselamatkan, dia memberikan 20 Yuan kepada tukang perahu.

Wang Shan bertanya kepada perempuan itu kenapa membunuh diri, "Ketika suamiku pergi bekerja, di rumah saya ada seekor babi peliharaan kami, babi itu akan kami jual untuk membayar sewa sawah. Kemarin saya telah menjual babi saya, tetapi uang yang saya terima adalah uang palsu, karena takut dimarahi oleh suamiku dan keadaan perekonomian kami sangat susah, oleh sebab itu saya putus asa dan melompat kedalam sungai. " Wang Shan setelah mendengar ceritanya sangat prihatin terhadapnya, lalu bertanya berapa harga babi yang telah dijualnya, dan dia lalu memberi kepadanya uang 2 kali lipat harga babi itu tersebut.

Ketika perempuan ini hendak pulang ke rumahnya ditengah jalan dia bertemu dengan suaminya, sambil menangis dia menceritakan kejadian ini kepada suaminya. Tetapi suaminya sangat curiga, pada malam hari, suami istri ini datang ketempat penginapan Wang Shan untuk bertemu dengannya, ketika sampai di penginapan, Wang Shan sedang berada dikamarnya, suami perempuan ini menyuruh istrinya mengetuk pintu kamar Wang Shan. Wang Shan bertanya siapa yang mengetuk pintu?, wanita ini menjawab ,"Saya adalah wanita yang tadi sore engkau selamatkan, saya datang khusus mengucapkan terima kasih." Wang Shan dengan suara serius berkata, "Engkau adalah seorang wanita, saya adalah seorang lelaki, hari sudah malam tidak pantas bertemu, segera kembali ke rumahmu, jika ingin mengucapkan terima kasih, besok pagi engkau bersama suamimu dapat kembali."

Pada saat ini kecurigaan suami wanita ini langsung sirna, dengan tulus berkata, "Kami suami istri sekarang berada disini." Wang Shan berjalan keluar dari kamarnya, pada saat itu dia mendengar sebuah suara keras seperti sesuatu yang ambruk, karena terkejut mereka lalu masuk kembali ke kamarnya melihat, rupanya dinding bagian belakang dari kamarnya telah ambruk karena longsor yang disebabkan hujan terus menerus, dinding tersebut menimpatempat tidurnya sampai hancur. Jika dia pada saat ini tidak keluar dari kamarnya pasti ia akan tertimpa longsoran. Pasangan suami istri ini setelah mengucapkan terima kasih, pergi meninggalkan tempat itu.

Keesokan harinya dalam perjalanan pulang ke kampungnya Wang Shan bertemu dengan peramal nasib itu. Setelah bertemu dengan Wang Shan dengan terkejut dia berkata kepada Wang Shan, "Wajahmu sangat cerah, engkau tentu telah melakukan sebuah kebaikan besar. Hal tersebut tidak saja membuat engkau terhindar dari malapetaka, dilain hari engkau akan mendapatkan balasan besar yang tidak terduga."

Akhirnya benar saja, Wang Shan berturut-turut mendapatkan sebelas anak, diantaranya 2 orang anaknya menjadi pejabat besar. Sedangkan Wang Shan sendiri berumur panjang sampai 98 tahun baru meninggal dunia.
 
Jorganizer Hamdani
024-7060.9694 (flexy)
hope 4 the best n prepare 4 the worst
knowing is nothing without applying

Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Dome Of the Rock Itu bukan Al-Aqsa

Sebagian orang mungkin sering keliru membedakan antara Masjid Al-Aqsa dengan the Dome of the Rock (Kubah Batu Karang), dengan khas kuning keemasan. Orang sering menyangka bahwa the Dome of the Rock adalah Masjid Al-Aqsa. Jika diperhatikan dengan teliti peta keliling kawasan Haram As-Sharif secara seksama, kita akan dapat melihat sebuiah lagi kubah berwarna hijau yang kelihatan agak samar-samar. Percaytalah, kubah yang berwarna hijau itulah Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya yang kini berada dalam wilayah cengkeraman Yahudi Israel.
Beberapa saat yang lalu, Dr. Marwan Saeed Saleh Profesor Matematika di Universitas Zayed Dubai pernah menulis peringatanj tentnang tipuan yahudi mengenai kubah masjid Al-Aqsa dengan kubah masjid Shakhra atau populer disebut the Dome of the rock (Kubah Batu Karang). Surat yang ditulis dan dimuat di Harian Al-Dastour itu antara lain menjelaskan bebrapa kekeliruan memahami Masjidil Aqsa dan The Dome of The Rock.
Sebagaimana diketahui, disekitar Haram AS-S…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …