Skip to main content

Antibiotik Baru Ditemukan dalam Hati Hiu

Sebuah senyawa yang berfungsi sebagai antibiotik ditemukan dalam hati hiu. Antibiotik dari ikan hiu ini menjadi terobosan penting karena bisa melindungi manusia dari berbagai penyakit.

Antibiotik yang ditemukan pada hiu dapat digunakan sebagai obat melawan virus manusia dan merevolusi obat-obatan. Senyawa yang ditemukan dalam hati hiu ini dapat digunakan sebagai obat untuk mengobati penyakit mulai dari demam berdarah, penyakit kuning hingga hepatitis B, C dan D.

Antibiotik yang disebut dengan squalamine ini sudah aman untuk digunakan pada manusia sebagai obat antivirus.

"Squalamine yang berpotensi memiliki sifat antivirus yang luas ini sangat menarik, terutama karena kita sudah tahu begitu banyak dari penelitian yang sedang berlangsung tentang cara kerjanya terhadap manusia," kata Dr. Michael Zasloff dari Georgetown University yang memimpin penelitian seperti dikutip dari Dailymail (20/9/2011).

Dalam percobaan laboratorium dan hewan, squalamine terbukti menghasilkan aktivitas antivirus melawan patogen manusia pada penyakit seperti hepatitis yang saat ini belum dapat diobati.

Penemuan ini diharapkan dapat memecahkan misteri bagaimana hiu dengan sistem kekebalan primitif dapat begitu efektif melawan virus yang mengganggu semua makhluk hidup.

"Saya percaya bahwa squalamine adalah salah satu senyawa yang melindungi hiu dan beberapa vertebrata laut primitif lainnya dari virus. Squalamine muncul untuk melindungi tubuh terhadap virus yang menyerang hati dan jaringan darah. Senyawa serupa lainnya yang ada pada hiu mungkin melindungi tubuh terhadap infeksi virus pernapasan," kata Dr. Zasloff berkata.

"Kita dapat memanfaatkan sistem kekebalan hiu untuk mengubah senyawa antivirus menjadi obat yang dapat melindungi manusia terhadap berbagai macam virus. Obat ini akan menjadi revolusioner. Sedangkan ada banyak agen antibakteri yang dimiliki oleh dokter dan beberapa obat antivirus untuk membantu pasien, hanya beberapa dari mereka yang aktif secara luas," lanjutnya.

Dr. Zasloff menemukan squalamine pada tahun 1993 dan telah diuji secara klinis mampu mengobati kanker dan beberapa gangguan mata. "Saya tertarik pada hiu karena meskipun tampaknya primitif, sistem kekebalan tubuh mereka efektif. Tidak ada yang bisa menjelaskan mengapa hiu itu begitu kuat," katanya.

Ia menemukan bahwa senyawa itu mampu menghambat pesatnya pertumbuhan pembuluh darah seperti yang ditemukan pada tumor tumor dan penyakit retina. Tapi untuk penelitian itu, Dr. Zasloff tidak lagi menggunakan hiu hidup. Sejak tahun 1995, Dr. Zasloff telah mensintesis squalamine di laboratorium daripada mengambil jaringan hiu di alam bebas.

Dr Zasloff mengaku masih tertarik dengan cara kerja jenis molekul kolesterol alami yang memiliki muatan listrik positif dapat bertindak sebagai zat kekebalan pada hiu.

Ketika memasuki sel, squalamine hanya dapat mengakses sel-sel tertentu di pembuluh darah, kapiler dan hati. Squalamine mengusir protein bermuatan positif yang terikat ke permukaan sel dari membran dalam sel.

Beberapa protein yang dikeluarkan ini biasanya digunakan oleh virus untuk berkembang biak. Tanpa protein, siklus hidup virus terganggu. Artinya, squalamine tampaknya dirancang untuk melawan infeksi virus tertentu.

"Bagi saya, kunci efektivitas squalamine adalah bahwa sekali ia digunakan dalam tubuh, maka ia akan menyesuaikan siklus hidup virus yang paling banyak. Kebanyakan virus membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan siklus hidupnya. Waktu yang sama dibutuhkan oleh squalamine untuk membuat jaringan dan organ tahan virus setelah pemberian," ujar Dr. Zasloff.

Selain bertindak cepat dalam menghentikan perkembang biakan virus, squalamine membersihkan tubuh dari predator dalam beberapa jam. Selanjutnya, karena cara kerja squalamine membuat jaringan inang menolak infeksi, bukan dengan menargetkan protein virus tertentu, maka munculnya resistensi virus tidak dapat diantisipasi.

Dalam penelitian kultur jaringan, squalamine mampu menghambat infeksi pada sel-sel pembuluh darah manusia oleh virus demam berdarah dan sel hati manusia yang terinfeksi hepatitis B dan D yang menyebabkan gagal hati dan kanker.

Dalam penelitian hewan, para ilmuwan dari seluruh Amerika Serikat menemukan bahwa squalamine mampu mengendalikan infeksi sakit kuning, virus estern equine encephalitis dan murine cytomegalovirus dan pada beberapa kasus dapat menyembuhkan binatang.


 
Jorganizer Hamdani
024-7060.9694 (flexy)
hope 4 the best n prepare 4 the worst
knowing is nothing without applying

Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Dome Of the Rock Itu bukan Al-Aqsa

Sebagian orang mungkin sering keliru membedakan antara Masjid Al-Aqsa dengan the Dome of the Rock (Kubah Batu Karang), dengan khas kuning keemasan. Orang sering menyangka bahwa the Dome of the Rock adalah Masjid Al-Aqsa. Jika diperhatikan dengan teliti peta keliling kawasan Haram As-Sharif secara seksama, kita akan dapat melihat sebuiah lagi kubah berwarna hijau yang kelihatan agak samar-samar. Percaytalah, kubah yang berwarna hijau itulah Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya yang kini berada dalam wilayah cengkeraman Yahudi Israel.
Beberapa saat yang lalu, Dr. Marwan Saeed Saleh Profesor Matematika di Universitas Zayed Dubai pernah menulis peringatanj tentnang tipuan yahudi mengenai kubah masjid Al-Aqsa dengan kubah masjid Shakhra atau populer disebut the Dome of the rock (Kubah Batu Karang). Surat yang ditulis dan dimuat di Harian Al-Dastour itu antara lain menjelaskan bebrapa kekeliruan memahami Masjidil Aqsa dan The Dome of The Rock.
Sebagaimana diketahui, disekitar Haram AS-S…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …