Skip to main content

Berteman dan Menjaga Persahabatan



Sebagai manusia kita memerlukan teman. Sering kali teman-teman membantu kita melewati masa sulit, dan demikian juga sebaliknya. Semakin berkualitas lingkungan sosial yang kita miliki, hidup kita akan menjadi semakin bermakna dan menarik.

Berikut ini adalah beberapa tips bagaimana untuk mencapainya:

1. Minat dan perhatian pada orang lain
Salah satu cara terbaik untuk berteman adalah dengan memberi perhatian pada orang-orang di sekeliling anda. Ketika anda bertemu dengan orang baru, fokus pada usaha mencari tahu tentang mereka dengan mengajukan pertanyaan yang berbobot, bukan pertanyaan yang hanya dijawab dengan "ya" atau "tidak."

2. Sifat positif
Siapa yang tidak menyukai seseorang yang riang gembira? Ketika kita semua sedang melewati hari yang buruk, orang-orang yang dapat melihat sisi positif dan berusaha untuk maju biasanya adalah orang-orang yang mudah untuk diajak berteman.

3. Jangan Bergosip
Jangan bergosip dan berbicara di belakang orang. Ini bukan hanya akan merusak persahabatan yang telah ada, tetapi juga menyebabkan anda tidak akan mendapat teman baru.

4. Menjadi turis di Kota Anda
Berpura-puralah menjadi orang baru di kota anda dan mengunjungi tempat menarik di kota anda. Ketika anda sedang di luar, contohnya, ketika sedang berjalan keliling atau menikmati event turis, anda akan terkejut dengan banyaknya orang-orang baru yang dapat anda temui.

5. Hubungan dengan Rekan Kerja
Berusahalah dekat dengan rekan kerja anda. Berteman dengan orang-orang yang bekerja dengan anda memerlukan waktu, tetapi anda memiliki persamaan yang besar, yaitu karir dan lingkungan kerja yang sama.

6. Berdebat dengan cara yang sehat
Berlatihlah seni berargumentasi yang sehat. Semakin baik anda menunjukkan keberatan anda tanpa merusak persahabatan, tanpa menuduh orang lain atau memojokkan orang lain, semakin mudah anda mempertahankan sahabat yang baik di dalam hidup anda.

7. Proaktif dalam Membantu Teman
Selalu siap sedia membantu teman melewati masa sulit. Persahabatan kadang kala berakhir ketika satu orang menghadapi masa masa sulit dan merasa bahwa teman-temannya tidak berada disampingnya dan mendukungnya. Ketika seorang teman sedang susah, cobalah bantu sebelum mereka meminta bantuan. Ini sangatlah beresiko, karena anda mungkin saja akan ditolak, tetapi anda dapat selalu memberikan masukan yang positif, yang bukan hanya akan menghibur mereka, tetapi juga memberikan berkah pada anda.

8. Terlibat dengan Orang-orang yang anda Temui
Berusaha untuk berbicara dengan lima orang setiap hari, baik itu melalui tatap muka, atau lewat telepon, atau lewat komputer, atau tulisan tangan. Percakapan tidak selalu harus panjang, tetapi dengan terlibat secara aktif dengan orang lain, anda akan lebih menyadari ketika kesempatan muncul untuk berteman dengan teman baru.

9. Jujur dengan Orang lain
Kejujuran tanpa menyakiti perasaan orang adalah suatu seni, tetapi jika anda dapat memiliki sifat kejujuran yang lembut anda akan dihargai dan memiliki banyak teman.

10. Berbahagialah untuk Teman anda dan anda juga akan Berbahagia!
Janganlah berkompetisi dengan teman-teman anda. Hidup bukanlah pertandingan. Berbahagialah atas pencapaian teman-teman anda selayaknya seperti pencapaian anda sendiri.


Jorganizer Hamdani
024-7060.9694 (flexy)
hope 4 the best n prepare 4 the worst
knowing is nothing without applying

Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Dome Of the Rock Itu bukan Al-Aqsa

Sebagian orang mungkin sering keliru membedakan antara Masjid Al-Aqsa dengan the Dome of the Rock (Kubah Batu Karang), dengan khas kuning keemasan. Orang sering menyangka bahwa the Dome of the Rock adalah Masjid Al-Aqsa. Jika diperhatikan dengan teliti peta keliling kawasan Haram As-Sharif secara seksama, kita akan dapat melihat sebuiah lagi kubah berwarna hijau yang kelihatan agak samar-samar. Percaytalah, kubah yang berwarna hijau itulah Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya yang kini berada dalam wilayah cengkeraman Yahudi Israel.
Beberapa saat yang lalu, Dr. Marwan Saeed Saleh Profesor Matematika di Universitas Zayed Dubai pernah menulis peringatanj tentnang tipuan yahudi mengenai kubah masjid Al-Aqsa dengan kubah masjid Shakhra atau populer disebut the Dome of the rock (Kubah Batu Karang). Surat yang ditulis dan dimuat di Harian Al-Dastour itu antara lain menjelaskan bebrapa kekeliruan memahami Masjidil Aqsa dan The Dome of The Rock.
Sebagaimana diketahui, disekitar Haram AS-S…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …