Keunggulan Investasi dalam Emas

Pekan yang lalu harga emas dunia kembali melambung ke level tertinggi sepanjang sejarah di *USD1,813.79/toz*, dimana pergerakan harian sesi Kamis 11 Agustus terhitung merupakan salah satu pergerakan terbesar sepanjang masa dengan kisaran sebesar *USD80.94*.  Kenaikan ini terdorong berbagai factor yang mendukung minat investor pada aset *safe haven*.

Minat investor pada emas mendapat sokongan dari muramnya data PDB Amerika Serikat untuk kuartal kedua yang tercatat hanya tumbuh 1,3% serta berlanjutnya kekhawatiran pada krisis hutang AS dan Uni Eropa.  Peringkat kredit Amerika Serikat – setelah *Standard & Poor's* memangkas peringkatnya dari AAA ke AA+ – dan beberapa negara di zona Eropa juga berpotensi mengalami pemangkasan lebih lanjut sehubungan keraguan pada berhasilnya penanganan hutang di masing-masing kawasan tersebut.

Pertumbuhan ekonomi AS terbukti tidak banyak terbantu oleh program * quantitative* *easing* kedua dan untuk mengatasinya *the Fed* diperkirakan akan meluncurkan program pelonggaran moneter berikutnya.  Kondisi tersebut tentunya akan menjadikan tingkat suku bunga bank sentral AS bertahan di level terendahnya untuk jangka waktu yang sangat lama, dan pada gilirannya mendorong permintaan untuk emas karena *real* *interest rates* akan tetap negatif kedepan.

Turut mendukung penguatan harga emas adalah langkah *ECB* atau *European Central* *Bank* yang membeli obligasi Italia dan Spanyol sebesar 2 milyar euro untuk mencegah menjalarnya krisis kredit pada kedua negara tersebut. Langkah ini oleh investor dilihat sebagai pintu masuk bagi pelaksanaan program *quantitative easing* seperti yang dilakukan *the Fed*.

Sementara itu dilaporkan bahwa bank sentral Korea Selatan melakukan pembelian emas untuk pertama kalinya dalam lebih dari 1 dekade terakhir sebanyak 25 ton pada rentang antara Juni hingga Juli sebagai upaya diversifikasi cadangan devisanya, meskipun harga emas tengah mencapai level tertingginya.  Berita tersebut kemudian menguatkan pandangan bahwa saat ini mayoritas investor, asset managers dan bahkan bank sentral global menggunakan emas sebagai mekanisme lindung nilai utama terhadap pergerakan portofolio investasi lainnya ditengah kondisi ketidakpastian ekonomi global.

Namun pada dua sesi perdagangan terakhir pekan lalu emas tercatat melemah 2,7% ke *USD1,740.30/toz* menyusul naiknya minat investor pada aset beresiko yang kemudian memicu aksi ambil untung pada emas.  Meskipun demikian, dalam sepekan terakhir emas masih mencatat penguatan tajam 5% yang merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak awal November 2008 silam.  Bahkan dalam dua pekan terakhir emas mencatat penguatan sebesar 13%.

Selanjutnya *Goldman Sachs* saat ini menaikkan estimasi harga emas hingga akhir tahun ke *USD1,860/toz*, sedangkan analis lain mengatakan tidak lama lagi emas akan menembus *USD2,000/toz*.  *JPMorgan* bahkan menyebut kenaikan ke *USD1,800/toz* hingga akhir tahun sangat konservatif atau boleh dibilang sangat mungkin dan merupakan target yang tidak terlalu sulit untuk tercapai.  Oleh karena itu, *JPMorgan *sendiri memprediksi hingga akhir tahun emas akan mencapai setidaknya *USD2,500/toz* dengan volatilitas perdagangan yang sangat besar!


*AS dan Eropa tenggelam dalam lautan hutang*

*"There is, of course, great conjecture that Gold prices will once again correct – perhaps severely – when the US government raises its Treasury's debt limit.  That might happen.  It might indeed be a long-lived and deeper "correction" than was the one in anticipation of the European summit.  The problem is that if and when the US government does raise the limit, nothing will have changed, least of all for the better.  The debts will still be growing.  The REAL economy will still be moribund.  And the yawning chasm between the talk and the actions of politicians everywhere will be even more blatantly obvious than it is now – for anyone who wants to see it."* *-Bill Buckler, Gold This Week, July 23, 2011-*

Salah satu hal yang perlu diingat oleh semua investor adalah bahwa Amerika Serikat kini hanya dapat melunasi hutang lamanya dengan menerbitkan obligasi pemerintah yang baru.  Sebagai contohnya hampir *$500 billion U.S. Treasuries* akan jatuh tempo pada bulan ini, menurut *the Bipartisan Policy Center* (lihat tabel dibawah ini).

Jumlah tersebut belum memperhitungkan defisit anggaran selama bulan Agustus senilai *$159 billion*, jadi pemerintah akan memerlukan *$635.5 billion*untuk menutupi seluruh pengeluarannya.  Dengan kata lain, hutang tersebut lebih banyak daripada program quantitative easing kedua dari bulan November hingga Juni lalu sebesar *$600* *billion*!

Lalu menurut *the U.S. Government* *Accountability Office*, sekitar *$3 trillion* hutang jatuh tempo selama 4 tahun yang mendatang.  Maka boleh dikatakan bahwa Amerika Serikat kedepan tetap akan meminjam uang secara terus-menerus untuk melunasi uang yang mereka telah pinjam sebelumnya.  Dan… itupun tanpa mempertimbangkan defisit anggaran yang kini lebih dari *$1 trillion* setiap tahun fiskal sejak krisis keuangan melanda perekonomian dunia pada 2008-09.

Bahkan peningkatan dalam *the debt ceiling* tidak akan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh Amerika Serikat karena ini hanya memberikan izin kepada Kementerian Keuangan AS untuk membelanjakan dan meminjam lebih banyak uang. Artinya dalam jangka menengah-panjang peredaran uang akan meningkat terus dan merupakan salah satu faktor yang sangat *bullish* untuk emas.

Coba saja melihat grafik dibawah ini yang menunjukkan hubungan antara jumlah hutang AS, *the US debt limit* dan pergerakan harga emas.  Tidak dapat dipungkiri bahwa memang ada korelasi yang "gaib" antara kenaikan harga emas dan peningkatan dalam *the US debt ceiling*, yang telah bertahan selama 30 tahun terakhir.

Lalu situasi di Eropa juga tidak menggembirakan belakangan ini. Bukan tidak mungkin kita akan menghadapi suatu krisis perbankan di Eropa, yang malahan bisa lebih parah dibandingkan *subprime crisis*.  Seperti kita ketahui, Yunani, Irlandia, dan juga Portugal sudah diberikan sebuah bailout, tetapi sekarang Spanyol dan Italia pun mempunyai banyak masalah.  *Yield* atau tingkat suku bunga untuk obligasi pemerintah mereka telah naik lebih dari 1% hanya dalam sebulan, dan Italia misalnya harus meng-*roll over* jumlah hutang yang besar dalam 5 tahun yang akan datang (lihat grafik dibawah ini).

Krisis hutang, baik di Eropa maupun di Amerika Serikat, jelas-jelas tidak akan terpecahkan dalam beberapa tahun mendatang.  Oleh karena itu, harga emas tetap akan cenderung menguat dan mungkin saja mencapai *USD2,000/toz*sebelum tahun ini berakhir.

Pada akhirnya emas masih berfungsi sebagai suatu *SAFE HAVEN*.  Yang paling ditakuti oleh investor pada saat ini adalah *counterparty risk*, yang makin meningkat di berbagai negara maju seiring dengan penurunan peringkat hutangnya, dan naiknya *CDS (credit default swaps)* maupun suku bunga masing-masing atas obligasi pemerintahnya.  Maka jangan heran apabila pelaku pasar merasa nyaman sekali dengan memegang *emas*, yang *sama sekali tidak bisa mengalami* *default** atau gagal-bayar!*

*Emas bukan sebuah komoditas, tetapi suatu mata uang*

*"When Bernanke was asked if gold was money, he answered "No."  When Bernanke was asked why the US held the largest hoard of gold of any nation on earth, he answered, "Convention."  My take – Bernanke is either dishonest, a liar or ignorant.  Take your choice.  My choice – he's up against the wall and dishonest.  The Federal Reserve is all about **fiat money**.  Is it any wonder that the Fed Chairman had to deny that gold is money?"* *-Richard Russell-*

Hutang di AS, Eropa maupun Jepang, yang makin tumbuh besar dari tahun ke tahun, akan mengikis nilai mata uang mereka dan mendorong investor dari uang kertas kedalam *hard assets* seperti emas.  Pemerintahan di berbagai negara kedepan tetap akan mencetak uang dalam jumlah yang tidak terbatas, sebab sekian banyak uang akan dibutuhkan untuk menyelamatkan bank besar dan perekonomian secara keseluruhan agar dunia tidak segera memasuki masa yang kelam.

Pada gilirannya pencetakan uang tanpa henti akan mengakibatkan devaluasi mata uang utama dunia terhadap emas (dan juga perak), yang merupakan satu-satunya bentuk uang yang tidak bisa dimanipulasi.  Maka seharusnya setiap investor menanamkan setidaknya 5% sampai 10% dari portofolionya dalam emas atau perak supaya dapat mempertahankan kekayaannya terhadap inflasi.

Misalnya grafik dibawah ini memperlihatkan secara terang-terangan hubungan antara harga emas dan *dollar index* yang disesuaikan untuk inflasi.  Sangat mudah untuk menyimpulkan bahwa dolar AS telah kehilangan 25% dari daya belinya sejak awal tahun 2000, sementara emas di sisi lain tidak hanya mampu untuk menjaga daya belinya tetapi malahan berhasil untuk meningkatkannya.

Pada tanggal 5 Agustus lalu, ketika *S&P's* meng-*downgrade* hutang AS dari AAA ke AA+, dolar AS secara resmi kehilangan peranannya sebagai mata uang yang aman.  Maka tidak perlu imaginasi yang tinggi untuk membayangkan bahwa emas di masa mendatang kemungkinan besar akan menjadi mata uang pilihan, mengingat banyak mata uang lainnya pun sedang "dihancurkan".

Akhirnya *Commerzbank* secara jelas mengatakannya dengan singkat mengapa peran emas sebagai sebuah mata uang tidak dapat cukup dibesar-besarkan: *"Driven by concerns on sovereign debt in Europe and the US, many market participants are currently piling into gold, because they believe it provides protection against purchasing power erosion due to inflation and currency devaluation. The yellow metal is viewed not only as a safe haven and store of value, but increasingly as an 'alternative currency' too."*


 
Jorganizer Hamdani
024-7060.9694 (flexy)
hope 4 the best n prepare 4 the worst
knowing is nothing without applying

Comments