Skip to main content

Kisah Kuda Troya dari Shichuan


Dahulu disebelah barat dari Sichuan, ada sebuah negara yang disebut negara Shu, tanahnya subur, hasil alamnya juga subur, negara ini sangat makmur. Negara Qin yang bertetangga dengannya sudah lama mengincar negara Shu ini, ingin menguasai negara Shu yang subur dan makmur ini, tetapi jalan menuju ke negara Shu harus melalui gunung melewati jurang yang terjal dan tebing-tebing yang menjulang tajam, jika tidak berhati-hati maka akan terjatuh kedalam jurang.

Pasukan yang ingin menyerang tidak ada jalan yang lain selain melalui jurang yang terjal oleh sebab itu tidak ada yang berani mengambil resiko tersebut, negara Qin hanya bisa melirik tanpa berdaya melakukan apapun.

Raja dari negara Shu adalah seorang yang serakah, selalu menjarah uang rakyatnya demi memenuhi keserakahannya, terkadang juga melakukan hal yang sangat keterlaluan. Raja Qinhui dari kerajaan Qin menyusupkan mata-matanya kekerajaan Shu setelah mengetahui temperamen raja Shu sehingga dia beranggapan ini adalah sebuah kesempatan baik, setelah melalui perencanaan yang matang, akhirnya raja Qinhui mendapat sebuah akal.
Raja Qinhui menyuruh tukang pahat memahat sebuah lembu dari batu yang sangat besar, dibelakang pantat lembu batu ini diletakkan banyak emas dan perak, lalu merilis berita ke negara Shu mengatakan bahwa lembu batu ini tinjanya semuanya terdiri dari  emas dan perak.

Mata-mata dari negara Qin ini sengaja menyampaikan berita kepada raja Shu bahwa dinegara Qin ada seekor lembu batu yang bisa bertinja emas dan perak. Setelah mendengar berita tersebut keserakahan raja Shu timbul, dia berpikir, "Alangkah baiknya jika saya mempunyai lembu batu itu setiap hari saya bisa mendapatkan emas dan perak." Ketika berpikir sampai disini, tiba-tiba utusan dari negara Qin datang berkunjung dan menyampaikan kepadanya bahwa raja Qinhui demi menjaga persahabatan kedua negara tersebut menghadiahkan lembu batu yang bisa bertinja emas ini kepada raja Shu.

Raja Shu sangat gembira, tetapi utusan negara Qin mengatakan bahwa lembu batu tersebut sangat besar jika ingin membawa pulang ke negara Shu kelihatannya agak sulit, setelah mendengar perkataan utusan negara Qin ini raja Shu berkata, "Ini bukan masalah, raja Qinhui telah menghadiahkan lembu batu tersebut untuk saya, tentu saja saya akan mencari akal membawanya pulang, tolong sampaikan kepada raja Qinhui tidak usah khawatir saya akan mencari akal menyelesaikan masalah ini."

Raja Shu tidak memperdulikan para menterinya yang menentangnya, mengerahkan sejumlah besar rakyatnya bekerja siang malam menggali lembah dan menutupi jurang membuat jalan supaya bisa mengangkut pulang lembu batu tersebut, akhirnya jurang dan lembah tersebut diratakan dan terdapat sebuah jalan tol yang menuju ke negara Qin dan mengutus beberapa orang kuat ke negara Qin menjemput lembu batu hadiah dari raja Qinhui.

Raja Shu tidak menyadari bahwa raja Qinhui telah memasang jebakan memerintahkan pasukannya mengikuti dibelakang iringan lembu batu sehingga dengan mudah raja Qinhui memusnahkan negara Shu dan raja Shu.

Raja Shu akibat keserakahannya kehilangan kerajaannya, sehingga menjadi bahan ejekan dunia.
 
Jorganizer Hamdani
024-7060.9694 (flexy)
hope 4 the best n prepare 4 the worst
knowing is nothing without applying



<span class="fullpost"></span>

Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …

Olahraga Sekaligus Piknik di Tian Tan Buddha

Setelah beberapa kali pergi ke Hong Kong, saya akhirnya berkesempatan mengunjungi Tian Tan Buddha, sebuah patung Buddha terbesar di Hong Kong yang terletak di Ngong Ping, Pulau Lantau. Patung ini merupakan salah satu tempat wajib yang dikunjungi turis.

(Mengapa baru sekarang? Bukan apa-apa, minat saya sih ada tetapi kadang sering kalah oleh nafsu berbelanja di Hong Kong. Apalagi, kalau menginap di Kowloon. Yah, bawaan kaki pasti menelusuri Nathan Road dan Harbor Front).


Patung Buddha raksasa Tian Tan.

Salah satu hal yang menunda niat saya mengunjungi Tian Tan adalah lokasinya yang cukup jauh sehingga tidak bisa sekali naik dengan kereta bawah tanah. Perlu sekitar 35 menit dari stasiun Hong Kong ke stasiun Tung Chung. Dan setelah turun dari stasiun kereta Tung Chung, mesti meneruskan dengan transportasi lain.

Jika kantong tebal, bisa memilih kereta gantung dengan waktu tempuh sekitar 25 menit. Tetapi, kalau keuangan terbatas (seperti saya waktu itu), bisa naik bus (NLB) sel…