Skip to main content

Sejarawan Sudutkan Ruhut Sitompul

Ruhut Sitompul (Foto: Koran SI)
Ruhut Sitompul (Foto: Koran SI)

JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menggelar gugatan dari para aktivis yang tergabung dalam Pokja Petisi 50 terhadap politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul yang gemar mengutip pepatah 'Mulutmu Harimaumu'. Gugatan dilayangkan karena Pokja Petisi 50 merasa dihina Ruhut Sitompul sebagai anak Partai Komunis Indonesia (PKI).
 
Sidang menghadirkan sejarawan Universitas Indonesia Asvi Warman Adam sebagai ahli sejarah yang diajukan para penggugat. Asvi mengungkapkan, ucapan PKI yang dituduhkan pada orang akan menyakitkan. "Sebab, kata PKI identik dengan pemberontak, anti agama atau kafir," kata Asvi saat memberikan keterangan di persidangan (1/8/2011).
 
Asvi mengatakan, kata "PKI" adalah stigma paling ampuh di masa orde baru. Dia mengatakan, orang yang tersangkut PKI akan dengan mudah hancur hidupnya. Sebab, akan sulit mendapatkan pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil, tentara, guru, atau pendeta. Maka, di masa orde baru, kata "PKI" ampuh untuk menghancurkan orang.
 
Sementara, sekalipun reformasi telah terjadi, penggunaan kata "PKI atau anak PKI" masih digunakan. Efeknya pun masih berdampak buruk bagi pihak yang dituduh. Asvi mencontohkan, pada Oktober 2010, saat pagelaran Liga Super antara Persibo melawan Persema, pelatih Persibo tidak puas terhadap kepemimpinan wasit. "Pelatih Persibo pun marah dan mengungkapkan, wasit PKI. Itu berefek psikologis terhadap wasit," ujarnya.
 
Tak hanya itu, ada fakta dimana para korban PKI akan membuat buku tentang pengalaman hidupnya di Pulau Buru. Namun, ketika buku tersebut terbit, langsung diborong oleh anaknya. "Jadi anaknya yang jadi pimpinan perusahaan keberatan dengan buku itu, dan buku itu diborong. Ini efek dari kata PKI masih ada," katanya.
 
Asvi mengungkapkan, kata "PKI" memang menjadi senjata orde baru untuk menjatuhkan orang. Hal itu tidak lepas dari kejadian 1948 dan 1965 di mana PKI dituding sebagai biang keladi pemberontakan.
 
Diketahui, Ruhut mengungkapkan, pihak yang menolak mantan Presiden Soeharto sebagai pahlawan adalah anak PKI. Atas tuduhan tersebut kelompok Pokja Petisi 50 yang menolak mantan Presiden Soeharto sebagai pahlawan menggugatan Ruhut ke pengadilan.
 
Pernyataan Ruhut dinilai merugikan secara materiil dan immateriil. Karena faktanya para pihak yang menolak mantan Presiden Soeharto sebagai pahlawan bukanlah anak PKI. Karena itu, dalam gugatannya, para penggugat meminta ganti rugi materiil sebesar Rp131.000 dan kerugian immateriil Rp62 miliar. Saat persidangan (1/8/2011) Ruhut tak datang dan hanya diwakili para pengacaranya.

http://news.okezone.com/read/2011/08/01/339/486754/sejarawan-sudutkan-ruhut-sitompul


 
Jorganizer Hamdani
024-7060.9694 (flexy)
hope 4 the best n prepare 4 the worst
knowing is nothing without applying

Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Dome Of the Rock Itu bukan Al-Aqsa

Sebagian orang mungkin sering keliru membedakan antara Masjid Al-Aqsa dengan the Dome of the Rock (Kubah Batu Karang), dengan khas kuning keemasan. Orang sering menyangka bahwa the Dome of the Rock adalah Masjid Al-Aqsa. Jika diperhatikan dengan teliti peta keliling kawasan Haram As-Sharif secara seksama, kita akan dapat melihat sebuiah lagi kubah berwarna hijau yang kelihatan agak samar-samar. Percaytalah, kubah yang berwarna hijau itulah Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya yang kini berada dalam wilayah cengkeraman Yahudi Israel.
Beberapa saat yang lalu, Dr. Marwan Saeed Saleh Profesor Matematika di Universitas Zayed Dubai pernah menulis peringatanj tentnang tipuan yahudi mengenai kubah masjid Al-Aqsa dengan kubah masjid Shakhra atau populer disebut the Dome of the rock (Kubah Batu Karang). Surat yang ditulis dan dimuat di Harian Al-Dastour itu antara lain menjelaskan bebrapa kekeliruan memahami Masjidil Aqsa dan The Dome of The Rock.
Sebagaimana diketahui, disekitar Haram AS-S…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …