Skip to main content

VISI dan ATMOSFIR MIMPI

  Mulai dengan mimpi sampai akhirnya berani menetapkan sasaran, bertekad ambil keputusan lalu dengan persisten menciptakan serta menjaga atmosfir usaha yang kondusif. Ketiga hal itulah yang menjadi fondasi keberhasilan memulai dan keberlanjutan usaha.

  Sekilas cerita tentang seorang tokoh Perang Dunia kedua, Jenderal Bernard Montgomery, komandan lapangan pasukan Inggris di padang pasir Mesir yang juga terkenal dengan sebutan Tikus Gurun (The Dessert Rats), ia adalah musuh bebuyutannya Erwin Rommel, seorang jenderal lapangan yang sangat brilian di pihak Jerman.

  Saat itu 12 Agustus 1942, Jenderal Montgomery tiba di Kairo, tugasnya jelas harus mengalahkan pasukan Erwin Rommel mulai dari Alamein, seluruh Afrika bagian utara sampai di Sisilia dan Italia bagian selatan. Pertama kali bertemu dengan para perwiranya di medan laga Mesir, ia mendapati semua perwiranya sudah loyo patah semangat.

  Maka keesokan harinya ia segera mengumpulkan semua perwira dan menyampaikan pidatonya yang terkenal "We will stand and fight here!". Di antaranya dikatakan, "…kita akan bekerjasama sebagai satu tim, dan bersama kita akan membangun percaya diri dari angkatan bersenjata yang hebat ini lalu maju meraih kemenangan akhir di Afrika."

  Lalu disambungnya, "…saya percaya bahwa satu dari tugas-tugas awal seorang komandan adalah untuk menciptakan apa yang saya sebut 'atmosfir', dan di dalam atmosfir itu para staf, anak buah dari komandan dan seluruh pasukan akan berada,  bekerja dan berjuang."

  Memang, orang yang sukses adalah orang yang punya mimpi. Pemimpin adalah orang yang berani untuk bermimpi tentang masa depan yang jauh di depan mata. Di masa sulit biasanya orang tidak berani lagi untuk bermimpi, terlalu idealis katanya, hidup itu mesti realistis sambungnya. Padahal seorang pemimpin sejatinya membebaskan imajinasinya bertaburan dengan mimpi-mimpi yang indah dan agung (great), karena ideal ini adalah faktor motivasi penggeraknya yang utama.

  Peter Senge, mahaguru dari MIT (Massachusetts Insitute of Technology) dalam bukunya The Fifth Discipline of A Learning Organization menjelaskan tentang 'creative tension' atau ketegangan kreatif yang merupakan tegangan (tarik menarik) antara visi ideal dengan realitas yang sesungguhnya. Keduanya (visi/mimpi dan realitas saat ini) adalah dua hal yang harus dihadapi dan dikonfrontasi oleh seorang pemimpin usaha. Berani jujur terhadap kenyataan saat ini, berani melihat kekurangan tapi juga berani mengakui potensi-potensi yang ada, serta berani untuk meregangkan mimpi atau visinya sejauh mungkin. Seperti gelang karet yang ditarik, ujung yang satu adalah realitas saat ini, dan ujung lainnya adalah visi masa depan. Ketegangan kreatif adalah seperti itu. Dalam kelenturan itu, sejauh mana visi bisa ditarik ke atas berdasarkan realitas saat ini.

  Tarikan gelang karet sampai di titik optimal, maka sejauh itulah visi mulai bisa diciptakan, sasaran-sasaran mulai ditetapkan. Memang perlu keberanian untuk menetapkan sasaran dan mengambil keputusan-keputusan untuk melakukan segala konsekuensinya. Banyak orang dalam hidupnya tidak mau atau tepatnya: tidak berani untuk menetapan sasaran (tujuan). Sebabnya adalah sederhana, karena dari setiap sasaran yang ditetapkan membawa konsekuensi untuk pengambilan keputusan dan bertanggungjawab terhadap akibat atau konsekuensi dari keputusan itu.

  Saat kecil seorang anak biasanya sangatlah idealis, mimpinya banyak. Kalau ditanya mau jadi apa saat besar nanti, maka dijawab: mau jadi presiden, jenderal, pilot, astronot dan professor serta posisi-posisi lain yang hebat-hebat. Saat mulai tumbuh dewasa, kesulitan dan masalah dalam kehidupan menempanya dari orang yang sangat idealis menjadi orang yang sangat realistis. Dari satu ekstrim ke ujung ekstrim lainnya, pupuslah idealismenya!

  Atmosfir perlu dibangun dan dijaga terus menerus karena ia seumpama tanah di mana benih unggulan ditabur dan upaya merawat dilakukan. Kontinuitas bisnis jangka panjang bisa dicapai dengan menjaga atmosfir yang sehat dan kondusif. Jenderal Montgomory, dengan sasarannya yang jelas, keputusannya yang bulat dan komitmennya untuk senantiasa membangun atmosfir yang kondusif akhirnya berhasil meluluhlantakan pasukan lawan, meraih kemenangan yang gemilang. Anda juga bisa, di bidang Anda masing-masing.


 
Jorganizer Hamdani
024-7060.9694 (flexy)
hope 4 the best n prepare 4 the worst
knowing is nothing without applying

Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Dome Of the Rock Itu bukan Al-Aqsa

Sebagian orang mungkin sering keliru membedakan antara Masjid Al-Aqsa dengan the Dome of the Rock (Kubah Batu Karang), dengan khas kuning keemasan. Orang sering menyangka bahwa the Dome of the Rock adalah Masjid Al-Aqsa. Jika diperhatikan dengan teliti peta keliling kawasan Haram As-Sharif secara seksama, kita akan dapat melihat sebuiah lagi kubah berwarna hijau yang kelihatan agak samar-samar. Percaytalah, kubah yang berwarna hijau itulah Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya yang kini berada dalam wilayah cengkeraman Yahudi Israel.
Beberapa saat yang lalu, Dr. Marwan Saeed Saleh Profesor Matematika di Universitas Zayed Dubai pernah menulis peringatanj tentnang tipuan yahudi mengenai kubah masjid Al-Aqsa dengan kubah masjid Shakhra atau populer disebut the Dome of the rock (Kubah Batu Karang). Surat yang ditulis dan dimuat di Harian Al-Dastour itu antara lain menjelaskan bebrapa kekeliruan memahami Masjidil Aqsa dan The Dome of The Rock.
Sebagaimana diketahui, disekitar Haram AS-S…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …