Skip to main content

Lakukan Kunjungan (Bersilaturahmilah)

Salah satu rutinitas penting seorang salesman yang sukses adalah melakukan kunjungan secara fisik (tidak cukup dengan menelpon atau korespondensi) ke kantor pelanggannya.
 
Selama pengalaman saya sebagai seorang salesman di atas lapangan, banyak sekali pelanggan-pelanggan penting (dan besar) yang berhasil saya rebut dari pesaing saya hanya karena pesaing saya mulai kendur dalam melakukan kunjungan ke tempat pelanggan tersebut.
 
Secara psikologis, melakukan kunjungan rutin ke pelanggan akan membuat ikatan emosional menjadi semakin kuat dan pada ujung-ujungnya Anda seperti membangun tembok pertahanan yang kokoh di sekitar pelanggan Anda tersebut sehingga pesaing Anda pastinya sangat mengalami kesulitan dalam melakukan pendekatan atau usaha untuk merebut pelanggan tersebut dari tangan Anda.
 
Seorang salesman level pemula yang masih serba canggung sekalipun akan tetapi memiliki tekad sekuat baja dan sering melakukan kunjungan ke tempat seorang (calon) pelanggan lebih berpotensi untuk memenangkan persaingan bisnis dibandingkan seorang salesman level senior yang sangat berpengalaman (bahkan dengan posisi sebagai Direktur sekalipun, dari pihak pesaing bisnisnya namun tidak pernah atau jarang melakukan kunjungan ke tempat pelanggan).
 
Bisnis penjualan yang sukses dan kokoh untuk jangka panjang "dalam bahasa sederhana"?
 
Lakukan Kunjungan, titik!

Salah satu keunikan distribusi di Indonesia, memang para salesman harus rutin dan secara periodik diwajibkan mengunjungi pelanggan. Bahkan yang paling baik adalah setiap hari harus ada feedback dari salesman, terutama untuk pelanggan-pelanggan yang gagal dikunjungi. Alasannya apa kok sampai tidak dikunjungi. Dengan area penjualan yang dituntut semakin luas dan target penjualan yang harus meningkat, maka senjata para salesman untuk dapat mengunjungi pelanggan secara rutin dan periodik adalah:
- Dibuat rute penjualan, dengan periodik mingguan; 2 mingguan; bulanan; dll.
- Perlu feedback dari setiap kunjungan ke pelanggan setiap hari
- Mengurangi kegiatan administrasi salesman, dan memberikan informasi selengkapnya kepada salesman, melalui perangkat PDA
- Perangkat PDA juga berfungsi untuk mencatat order, melakukan penagihan, survey dan mencatat aktivitas kompetitor
- Perangkat PDA juga berfungsi untuk mengecek apakah salesman benar-benar datang ke pelanggan, sekaligus tentunya untuk evaluasi berapa lama waktu tempuh dan cost yang diperlukan
 
Kesimpulan saya, kunjungan ke pelanggan adalah urat nadi dari kehidupan perusahaan distribusi.


 
Jorganizer Hamdani
024-7060.9694 (flexy)
hope 4 the best n prepare 4 the worst
knowing is nothing without applying

Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …

Olahraga Sekaligus Piknik di Tian Tan Buddha

Setelah beberapa kali pergi ke Hong Kong, saya akhirnya berkesempatan mengunjungi Tian Tan Buddha, sebuah patung Buddha terbesar di Hong Kong yang terletak di Ngong Ping, Pulau Lantau. Patung ini merupakan salah satu tempat wajib yang dikunjungi turis.

(Mengapa baru sekarang? Bukan apa-apa, minat saya sih ada tetapi kadang sering kalah oleh nafsu berbelanja di Hong Kong. Apalagi, kalau menginap di Kowloon. Yah, bawaan kaki pasti menelusuri Nathan Road dan Harbor Front).


Patung Buddha raksasa Tian Tan.

Salah satu hal yang menunda niat saya mengunjungi Tian Tan adalah lokasinya yang cukup jauh sehingga tidak bisa sekali naik dengan kereta bawah tanah. Perlu sekitar 35 menit dari stasiun Hong Kong ke stasiun Tung Chung. Dan setelah turun dari stasiun kereta Tung Chung, mesti meneruskan dengan transportasi lain.

Jika kantong tebal, bisa memilih kereta gantung dengan waktu tempuh sekitar 25 menit. Tetapi, kalau keuangan terbatas (seperti saya waktu itu), bisa naik bus (NLB) sel…