Skip to main content

PERSAHABATAN


Pada suatu ketika, ada dua sahabat baik tinggal bersama di naungan sebuah batu. Kedengarannya aneh, kedua sahabat itu adalah singa dan harimau. Ini adalah kisah tentang persahabatan mereka.

Kedua sahabat baik itu bertemu ketika mereka masih sangat kecil untuk mengetahui perbedaan antara singa dan harimau. Jadi mereka sama sekali tidak berpikir bahwa persahabatan mereka tidak biasa. Selain itu, mereka berada di bagian pegunungan yang damai, dan mungkin karena pengaruh seorang biarawan yang tinggal di hutan dekat pegunungan tersebut. Dia adalah seorang pertapa, yang tinggal jauh dari keramaian orang. 

Untuk beberapa alasan yang tidak diketahui, suatu hari dua sahabat itu terlibat dalam sebuah perdebatan konyol. Harimau berkata, "Semua orang tahu udara dingin datang saat bulan sabit menuju bulan mati!" Singa berkata," Darimana Anda mendengar omong kosong  seperti itu? Semua orang tahu hawa dingin datang ketika bulan sabit menuju bulan purnama!

Perdebatan mereka semakin sengit. Mereka tidak bisa meyakinkan yang lain dan tidak bisa mencapai kesimpulan apapun untuk menyelesaikan perdebatan yang memuncak. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi meminta pendapat biarawan yang ada di hutan, yang pasti akan tahu tentang hal-hal seperti ini. 
Mengunjungi biarawan yang damai, singa dan harimau membungkuk hormat dan mengajukan pertanyaan mereka kepada biarawan. Biarawan yang ramah itu berpikir sejenak dan kemudian memberikan jawabannya. "Dingin dapat terjadi dalam setiap fase bulan, dari bulan mati menuju bulan purnama dan kembali ke bulan mati lagi. Adalah angin yang membawa udara dingin tersebut, apakah angin itu dari barat atau utara atau timur. Oleh karena itu, kedua pendapat Anda berdua benar! Dan tidak ada dari Anda berdua yang dikalahkan oleh yang lain.

Beda pendapat itu biasa. Yang paling penting adalah hidup tanpa konflik, untuk tetap saling bersahabat. Persahabatan adalah hal terbaik dalam segala arti. " 
Singa dan harimau mengucapkan terima kasih kepada pertapa bijaksana. Mereka senang masih bisa bersahabat. 
Pesan moral adalah: Cuaca bisa datang dan pergi, tetapi persahabatan tetap harus dijaga.


 
Jorganizer Hamdani
024-7060.9694 (flexy)
hope 4 the best n prepare 4 the worst
knowing is nothing without applying

Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Dome Of the Rock Itu bukan Al-Aqsa

Sebagian orang mungkin sering keliru membedakan antara Masjid Al-Aqsa dengan the Dome of the Rock (Kubah Batu Karang), dengan khas kuning keemasan. Orang sering menyangka bahwa the Dome of the Rock adalah Masjid Al-Aqsa. Jika diperhatikan dengan teliti peta keliling kawasan Haram As-Sharif secara seksama, kita akan dapat melihat sebuiah lagi kubah berwarna hijau yang kelihatan agak samar-samar. Percaytalah, kubah yang berwarna hijau itulah Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya yang kini berada dalam wilayah cengkeraman Yahudi Israel.
Beberapa saat yang lalu, Dr. Marwan Saeed Saleh Profesor Matematika di Universitas Zayed Dubai pernah menulis peringatanj tentnang tipuan yahudi mengenai kubah masjid Al-Aqsa dengan kubah masjid Shakhra atau populer disebut the Dome of the rock (Kubah Batu Karang). Surat yang ditulis dan dimuat di Harian Al-Dastour itu antara lain menjelaskan bebrapa kekeliruan memahami Masjidil Aqsa dan The Dome of The Rock.
Sebagaimana diketahui, disekitar Haram AS-S…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …