Skip to main content

Bagaimana Cara CIA Awasi Twitter dan Facebook?

Siswa University of Helwan, Mesir, menggambar mural dengan logo Facebook sebagai cara mengenang revolusi di Mesir.

KOMPAS.com - Bukan rahasia jika pihak intelijen sebuah negara saat ini gemar mengawasi social media seperti Facebook dan Twitter. Hal itu juga dilakukan Amerika Serikat melalui Central Intelligence Agency (CIA).

Salah satu lembaga dalam CIA yang melakukan hal itu adalah The Open Source Center (OSC). Meski namanya mengandung kata-kata Open Source, lembaga ini tak terkait dengan software Opan Source seperti Linux dan lainnya.

Di dalam OSC terdapat tim khusus yang menjuluki diri sendiri sebagai 'Ninja Librarians'. Tugas tim ini adalah mengawasi Facebook, Twitter, chat room dan forum online apapun yang terbuka untuk kontribusi dari pengguna internet manapun.

Jumlah pasti tim itu tidak disebutkan, namun Associated Press menakar angka ratusan sebagai gambaran bahwa tim itu cukup besar. Kebanyakan anggota tim adalah analis dengan gelar master di bidang perpustakaan, cocok dengan julukan 'Ninja Librarian'.

Selain itu, kemampuan bahasa asing sangat diperlukan bagi anggota tim tersebut. Karena OSC disebutkan memang fokus pada situasi di luar negeri. Selain di kantor pusatnya di Virginia, AS, ada juga analis OSC yang disebar di kedutaan besar AS di berbagai negara.

Pekerjaan tim ini cukup intens, kadang bahkan mencakup pemantauan secara real-time. Contohnya saat terjadi kerusuhan di Thailand, atau beberapa saat setelah Osama bin Laden tewas di tangan Navy Seal dan tentunya momen-momen demonstrasi di Timur Tengah. Hasil laporan mereka menjadi bagian dari laporan harian yang diterima Presiden AS Barack Obama.

Kehandalan tim ini juga tak diragukan. Sebagai contoh, para analis ini disebut sudah memprediksikan akan terjadinya penggulingan kekuasaan di Mesir sebelum hal itu terjadi. Hanya saja, mereka tidak bisa meramalkan kapan tepatnya revolusi berlangsung.

OSC dibangun sejak tragedi 11 September di AS. Lembaga ini merupakan salah satu hasil rekomendasi Komisi 11 September yang dimaksudkan sebagai cara memperbaiki strategi anti terorisme.

Sedangkan fokus OSC pada social media mulai terjadi setelah Revolusi Hijau di Iran pada 2009. Ketika itu para analis mengamati bagaimana Twitter dipakai oleh demonstran untuk mengakali sensor yang diterapkan pemerintah.

Tak hanya mengawasi, 'Ninja Pustakawan' ini juga berusaha memastikan kebenaran informasi yang muncul di social media. Mereka dikatakan memiliki metode untuk mencari siapa yang informasinya bisa dipercaya dan siapa yang tidak. Salah satunya dilakukan dengan cek silang kabar di social media dengan pemberitaan umum atau bahkan dari penyadapan telepon.


 
Jorganizer Hamdani
024-7060.9694 (flexy)
hope 4 the best n prepare 4 the worst
knowing is nothing without applying

Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …

Olahraga Sekaligus Piknik di Tian Tan Buddha

Setelah beberapa kali pergi ke Hong Kong, saya akhirnya berkesempatan mengunjungi Tian Tan Buddha, sebuah patung Buddha terbesar di Hong Kong yang terletak di Ngong Ping, Pulau Lantau. Patung ini merupakan salah satu tempat wajib yang dikunjungi turis.

(Mengapa baru sekarang? Bukan apa-apa, minat saya sih ada tetapi kadang sering kalah oleh nafsu berbelanja di Hong Kong. Apalagi, kalau menginap di Kowloon. Yah, bawaan kaki pasti menelusuri Nathan Road dan Harbor Front).


Patung Buddha raksasa Tian Tan.

Salah satu hal yang menunda niat saya mengunjungi Tian Tan adalah lokasinya yang cukup jauh sehingga tidak bisa sekali naik dengan kereta bawah tanah. Perlu sekitar 35 menit dari stasiun Hong Kong ke stasiun Tung Chung. Dan setelah turun dari stasiun kereta Tung Chung, mesti meneruskan dengan transportasi lain.

Jika kantong tebal, bisa memilih kereta gantung dengan waktu tempuh sekitar 25 menit. Tetapi, kalau keuangan terbatas (seperti saya waktu itu), bisa naik bus (NLB) sel…