Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2012

Sekilas Revolusi Industri

Revolusi Industri adalah perubahan teknologi, sosioekonomi, dan budaya pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 yang terjadi dengan penggantian ekonomi yang berdasarkan pekerja menjadi yang didominasi oleh industri dan diproduksi mesin. Revolusi ini dimulai di Inggris dengan perkenalan mesin uap (dengan menggunakan batu bara sebagai bahan bakar) dan ditenagai oleh mesin (terutama dalam produksi tekstil). Perkembangan peralatan mesin logam-keseluruhan pada dua dekade pertama dari abad ke-19 membuat produk mesin produksi untuk digunakan di industri lainnya.

Awal mula Revolusi Industri tidak jelas tetapi T.S. Ashton menulisnya kira-kira 1760-1830. Tidak ada titik pemisah dengan Revolusi Industri II pada sekitar tahun 1850, ketika kemajuan teknologi dan ekonomi mendapatkan momentum dengan perkembangan kapal tenaga-uap, rel, dan kemudian di akhir abad tersebut perkembangan mesin bakar dalam dan perkembangan pembangkit tenaga listrik

Faktor yang melatarbelakangi terjadinya Re…

Dominasi Dolar Bakal Runtuh, Ini Alasannya

Dolar Amerika Serikat sudah lama menjadi mata uang global dunia. Selama beberapa dekade penggunaan dolar benar-benar dominan dalam aktivitas perdagangan internasional. Ini memberi keuntungan luar biasa bagi sistem keuangan dan masyarakat Negeri Abang Sam. Dengan dolar, Amerika memegang kendali yang luar biasa di seluruh dunia.

Saat ini lebih dari 60 persen dari seluruh cadangan mata uang asing dunia dalam dolar. Belakangan terjadi perubahan besar. Anehnya, media-media di Amerika bungkam seribu bahasa tentang ini. Sejumlah negara dengan perekonomian terbesar di Bumi telah membuat perjanjian satu sama lain untuk menyingkirkan penggunaan dolar.
Beberapa negara produsen minyak juga mulai menjual minyak dalam mata uang selain dolar, sehingga mengancam sistem petrodolar yang berjalan selama hampir empat dekade. Lembaga internasional besar, seperti PBB dan IMF, bahkan telah mengeluarkan laporan resmi tentang perlunya membentuk sistem mata uang global baru pengganti dolar.
Mau tak …

Memaknai Setiap Detik Dalam Hari-hari Kita

"Dampak dari apa yang kita lakukan hari ini akan terus lengket melekat erat dalam diri kita hingga akhir hayat." Pertanyaannya sama; 'hari apakah ini?'. Tapi jawabannya bisa berbeda-beda. Mungkin ada yang menjawab; 'ini hari April Mop'. Ada yang bilang 'hari selasa'. Atau bagi sebagian orang lainnya, 'Ini adalah hari istimewa peringatan ulang tahun Mama, Bundaku Tercinta'. Harinya sama. Hari ini. Namun nilainya berbeda-beda. Lantas, apakah yang menyebabkan perbedaan nilai itu? Jawabannya adalah; makna yang kita sendiri berikan kepada hari ini. Tidak ada hari buruk. Tidak ada hari bagus. Yang ada adalah perilaku baik atau kelakuan buruk yang memaknai hadirnya hari-hari itu dalam hidup kita. Lantas, makna apa yang hendak Anda berikan kepada hari-hari Anda? Dikantor yang sama, pada hari yang sama. Ada karyawan yang mukanya suram. Ada juga yang wajahnya berbinar cerah. Di rumah juga begitu. Ada orang-orang yang manyun sajah. Dan ada yang…

Motivasi bagi kaum muda

Mengintip Pekerjaan Pertama para Milyuner dan CEO 'Besar'. Mereka kini menjadi CEO di perusahaan-perusahaan besar. Tapi siapa sangka dulunya mereka hanyalah seorang tukang masak ataupun tukang pengantar koran. Kerja keras dan nasib baik telah mengantarkan mereka hingga ke posisi puncak.

Siapa yang menyangka CEO Exxon Mobil Rex Tillerson dulunya adalah seorang pengasuh bayi. Atau CEO JP Morgan Chase James Dimon yang ternyata dulunya adalah tukang menggoreng kentang.

Bagaimana para CEO dan milyuner dunia itu merintis karirnya? Berikut berbagai cerita tentang pekerjaan awal para CEO perusahaan-perusahaan besar dunia, seperti dikutip dari CNBC, Senin (30/1/2012).

1. Doug McMillon, President dan CEO of Wal-Mart Stores Inc



Doug McMillon pertama kali bekerja di Wal-Mart pada usia 17 tahun. Ia pertama kali bekerja di gudang Arkansas dengan upah US$ 6 per jam. Saat ini, McMillon menduduki posisi tertinggi di peritel terbesar AS itu. Meski demikian, ia mengaku banyak belajar dari pe…

PRICING FOR PROFIT

KITA semua menyadari bahwa penetapan harga jual produk kita sangatlah crucial oleh karena terlalu rendah mengurangi keuntungan -padahal dari harga juallah perusahaan memperolehnya- sebaliknya jika terlalu tinggi, tidak dapat bersaing dan akan kehilangan kesempatan menjual; alhasil rugi karena tidak ada penjualan sementara biaya tetap berjalan. Penetapan harga yang tepat bukan saja akan meningkatkan penjualan akan tetapi juga meningkatkan keuntungan dengan naiknya penjualan. Dalam praktiknya, ada perusahaan yang menetapkan harga dengan berorientasi pasar untuk dapat bersaing secara efektif, dan dengan demikian akan menguasai pangsa pasar. Barulah setelahnya menaikkan harga untuk memperoleh keuntungan yang layak.Tentu dengan dukungan iklan dan promosi lainnya baik above the line maupun below the line. Pihak produksi dituntut untuk dapat memproduksi produk terkait dengan biaya serendah-rendahnya. Kadang disadari atau tidak disadari, mutu dikorbankan, yang dapat berakibat fatal. Pada bagi…

Politik Pangan Dunia

Kegagalan kapitalisme "pasar bebas" tercermin sangat jelas dalam produksi dan distribusi pangan. Coba bayangkan, kemajuan teknologi dan  penciptaan kekayaan sudah berkembang sedemikian rupa, tetapi ancaman kelaparan dan ketidakcukupan pangan terus membayangi masyarakat dunia.

Ada lebih 6 milyar orang sedang mendiami dunia ini. Akan tetapi, menurut PBB, sekitar 1 milyar menderita kelaparan kronis. Akan tetapi, angka ini masih merupakan perkiraan kasar, sebab tidak memperhitungkan mereka yang kekurangan gizi dan nutrisi. Jika mau dihitung semuanya, maka jumlah orang yang terancam kelaparan bisa mencapai 3 miliar orang. Hal itu makin dipertegas oleh PBB bahwa 18.000 anak-anak meninggal setiap hari sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari gizi buruk.
(Prabhat Patnaik)

Di Amerika Serikat, negara yang sering diidentikkan dengan kemakmuran, masih banyak juga rakyatnya yang terancam kelaparan. Menurut catatan departemen Pertanian AS, pada tahun 2006 terdapat 35 juta yang …