Skip to main content

Kota Tua dengan 2000 kuil


Semula saya nggak percaya kalo Kyoto memiliki sekitar 2000 kuil Shinto dan Budha, ditambah lagi dengan istana, taman, dan peninggalan arsitektur lainnya. Saya lantas tanya ke orang hotel, lebih tepatnya guest house. Karena tempat saya menginap ini menjadi jujugan para turis jika ke kyoto. Disamping punya data lengkap, ada fasilitas dapur bisa bikin makanan sendiri, jg bahasa Inggris para petugasnya cukup bagus.

Dari petugas hotel saya direferensi ke Kyoto Nasional Museum. Setelah berkunjung ke museum, saya dapat peta lengkap dengan lokasi kuil yang bertebaran di berbagai sudut area Kyoto. Bener memang ada ribuan daftar kuil yg dibangun sejak abad 11 hingga abad 18 dan hebatnya sebagian besar masih terjaga keasliannya.

Pagi hari kedua di Kyoto, saya tidak melewatkan kunjungan ke Kastil Nijo, tempat istana Shogun Tokugawa Iyesu. Letaknya di jalan utama, tidak begitu jauh, sekitar 500 meter dari Istana Kekaisaran Kyoto. Bagi yang belum tahu, Shogun Tokugawa itu penguasa Jepang di Abad 17, setelah itu pergantian model kekuasaan oleh Kaisar Meiji, yang dikenal dengan sebutan Restorasi Meiji.

Saat tiba di sana jam sebelas siang, suasana sudah cukup ramai para pengunjung. Ada cukup banyak rombongan dari China, ada juga dari Sydney, Australia. Namun yang menjadi perhatian adalah rombongan anak-anak berseragam sekolah dasar, khas pelajar Jepang sekitar 60-an murid. Berbaris sangat rapi, mengikuti komando dari sensei (gurunya). Selang waktu 5 menit kemudian disusul rombongan siswa juga dari sekolah lain rupanya. Dan begitulah sambil membimbing muridnya, guru yang masih muda memberi penjelasan dan petunjuk, sepertinya juga tentang sejarah Shogun Tokugawa, maklum saya nggak begitu mengerti ucapan mereka.

Menelusuri bangunan utama istana, terasa banget suasana khas kehidupan shogun dan samurai di jaman itu. Ini bisa di lihat dari ornamen lukisan di dinding, tikar tatami, patung lilin para shogun dan para menterinya. Di dinding depan bangsal, juga tertulis penjelasan sejarah di jaman itu. Ada juga penjelasan audio, hanya dalam bahasa Jepang. Menelusuri belakang ada tiga bangunan serta terhampar taman dan kolam ikan yang tertata begitu indah.

Bagaimana cara sekolah di Jepang menanamkan cinta tanah air & bangsanya?
Selama 3 hari di Kyoto, saya bersama istri, hanya sanggup mengunjungi sekitar 10 kuil saja. habis nggak sanggup jalan kaki yang jauh di hawa yang masih cukup dingin. Karena luas area satu kuil saja, bisa mencapai 3 hingga 10 hektar, kadang harus naik turun bukit seperti Kiyomizudera, Kinkakuji & Ginkakuji Tempe.

Beberapa kuil yang berhasil saya kunjungi: Sanjusangedo, Kiyomizudera, Kinkaku-ji (kuil emas), Ginkaku-ji (kuil perak), Ryoan-ji. Heian-Jingu, Sitenoji, Nijo,Toji, kofukuji. Dari prasasti kuil-kuil diatas, ternyata sudah ditetapkan UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia sejak 1994.

Saya sempat 'terpana' dengan keindahan kuil, kastil juga istana di Kyoto ini. Namun saya juga harus mengingatkan diri saya utk kembali dgn tujuan semula mempelajari karakter orang2 Jepang, bukan cuman puas melihat keindahan alam dan wisata kuil dan istana di Jepang. Ternyata dari hasil pengamatan saya, antara 2000 kuil, kastil, sakura park, istana tua yg megah, dan perilaku orangnya, semuanya berkaitan sangat erat.

Mengapa begitu?
Dari percakapan saya dengan sebagian org yg saya temui diperjalanan, sejak kelas satu SD, siswa-siswa di Jepang sudah dijadwalkan untuk mengenal dan mengerti asal-usul negara mereka. Seperti negara yang kaya dgn budaya & peninggalan sejarah, banyak gempa & bencana, minim sumber alam, 4 musim yg penuh tantangan, ketaatan pd peraturan. Tujuannya bukan utk hafal sejarahnya, tapi bagaimana cara berpikir orang-orang Jepang di jaman dulu agar kehidupan mereka jadi lebih maju dan lebih baik. Dengan adanya peninggalan kuil, kastil dan istana diatas, itu sbh bukti yg hrs dijaga, utk menumbuhkan keyakinan dan kebanggaan siswa thd negaranya. Selanjutnya apa yg bs mereka lakukan utk negaranya.

Misal: ada byk budaya yg terjaga spt: budaya minum teh, budaya musim semi, budaya sungkem pd orang tua, budaya baca, budaya, antri, budaya penghormatan pd Budha, budaya Ikebana, budaya jujur, budaya kerja dan bnyk lagi, berbagai macam festival & seni.

Misalnya juga, gempa sbg kejadian alam yg sering terjadi, negara Jepang sdh cara2 apa yg harus dilakukan saat terjadi gempa. Sejak SD sdh dilakukan simulasi gempa. Shg bila satu saat terjadi gempa atau tsunami, mrk sdh gak kaget lagi. Spt gempa fukushima 1 tahun yg lalu, mereka yg rumahnya rusak kena gempa, tetap sabar dan tenang, walaupun hrs antri bantuan, nggak ada yg rebutan. Ada juga dibuatkan museum gempa spt di Kobe. Anda yang wisata ke Osaka, jangan melewatkan Kobe untuk merasakan museum simulasi gempa. Jarak antara Kobe dan Osaka sekitar satu jam naik kereta.

Dari manakah semangat cinta tanah air ini berasal?
Konon, semangat patriotisme ini bersumber dari spirit Bushido, ajaran para Samurai Jepang di jaman keshogunan. Banyak orang, sangat mengagumi semangat bushido yang melekat pada para Samurai. Sebagai informasi, samurai adalah kelas ksatria pada era Edo hingga Kaisar Meiji. Samurai memiliki semangat juang yang tinggi, rela berkorban demi negara dan bangsa. Dalam proses modernisasi Jepang, para Samurai dengan semangat bushido-nya menjadi agen utama perubahan ketika Jepang menjadi negara yang kuat dan besar hingga awal abad ke-20.

Oh ya, lanjut lagi...... di jaman modern ini, Bushido juga menjadi pengganti pelajaran agama di sekolah dan pedoman moral serta etika para siswa di Jepang. Sehingga tak heran apabila nilai bushido ini amat terpatri dalam jiwa orang Jepang hingga saat ini. Jika dulu, bagi para samurai, kematian dalam rangka mewujudkan kesetiaan tertinggi pada sang pemimpin/kaisar adalah cita-cita tertinggi. Namun, bagi manusia Jepang dewasa ini kerja keras dalam rangka mewujudkan keberhasilan negara itulah cita-cita yang tertinggi. Nampak jelas sekali… Orang Jepang bersungguh-sungguh dalam menunjukkan cinta tanah air dan bangsanya.

Bangsa yang menjunjung tinggi sejarah dan budaya leluhurnya
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Suatu kali, karena sudah sore hari, secara reflek saya tidak sengaja 'nyerobot' menaiki kereta, memotong jalan orang lain,   saya merasakan begitu sopannya orang tersebut minta maaf, menganggukkan kepala sambil bergeser ke kanan. Saya pun membalas sapaan dia, dengan 'sumimasen'.

Masih ingat film The Last Samurai yang dibintangi Tom Cruise?
Kisah film epic yang sarat makna dan penuh inspiratif. Kalau ada yang belum melihatnya, saya sarankan untuk segera nonton dvd nya, pasti bagus. Tom Cruise berperan sebagai Nathan Algren, tentara yang dibayar untuk melatih tentara Jepang, yang akhirnya membela para samurai.

Menjelang akhir film, ada kejadian yang bikin terharu bagi siapa yang menontonya, yaitu ketika pasukan kerajaan Jepang mampu mengalahkan pasukan Katsumoto. Sampai titik akhir, pasukan Katsumoto tetap bertempur demi harga diri samurai, hingga roboh oleh senapan tentara Jepang. Pada saat itu komandan pasukan Jepang dan diikuti pasukannya langsung membungkukkan badan dan menghormati Katsumoto & pasukannya yang telah tewas dengan gagah berani dan pantang menyerah sampai titik darah penghabisan. Pemandangan yang menurut saya sangat mengharukan. Betapa mereka sangat menghormati Katsumoto dan pengikutnya, yang juga musuhnya dalam perang tsb. Mereka masih menganggap Katsumoto adalah pahlawan bagi rakyat Jepang dan memang begitulah kenyataannya.

Ada dialog sangat berkesan antara Kaisar Meiji dengan samurai terakhir Nathan Algren yang ingin menyampaikan pesan terakhir serta menyerahkan katana (pedang samurai) sang panglima Jenderal Katsumoto. Kalau tidak salah ucapannya begini:
"Pedang ini adalah symbol budaya bushido, jiwa para samurai. Kepribadian Jepang adalah milik kaisar, kami hanya melaksanakan amanat, memegang teguh komitmen kami dalam melaksanakan tanggung jawab itu. Pedang ini adalah milik kaisar. Pedang ini sekarang dikembalikan kepada pemiliknya".

Satu pesan yang sangat menggugah dan menyadarkan kaisar. Akhirnya, peristiwa kematian Katsumoto yang penuh kehormatan itu membuka mata sang Kaisar akan nilai-nilai leluhur yang hendaknya tetap dijunjung tinggi, meski arus modernisasi terus membanjir:

By the way… Apa yang dikatakan Kaisar Meiji pada semua menterinya?
"Saya telah bermimpi Jepang bersatu jadi negara yang kuat dan modern .... Dan sekarang kita memiliki rel kereta api, meriam dan pakaian Barat. Tapi kita tidak bisa melupakan siapa kita. Atau dari mana kita berasal ..."

Peristiwa penyerahan pedang dan pernyataan sikap sang kaisar itu pada sisi lain menimbulkan peristiwa diplomatik, ketika itu Dubes Amerika dan utusan lainnya yang sudah berdiri di depan kaisar, diusir keluar dari istana. Perdana Menteri Jepang waktu itu, langsung menyatakan bahwa pengusiran terhadap Duta Besar Amerika merupakan peristiwa yang memalukan kita sebagai bangsa Jepang. Tetapi kaisar menegaskan bahwa kaisar dan bangsa Jepang akan lebih dipermalukan dunia jika tidak bisa menghormati mereka yang berjuang menghormati bushido jiwa samurai dan karakter bangsa Jepang sendiri.

Sulit dipercaya kisah ini adalah sebuah true story, dan pernah terjadi di sebuah negara seperti Jepang tahun 1876. Sehingga tidak mustahil bila negara Jepang bisa 'comeback' kembali setelah peristiwa bom atom dan kalah perang dunia II 1945, menjadi negara industri yang modern.

Nah beneran khan, bagus banget filmnya, Jangan lupa ajak keluarga anda nonton bareng film The Last Samurai ini.

Begitulah, negara Jepang kaya peninggalan bersejarah yang tersebar di berbagai kota di Jepang. Di area Kyoto saja ada ribuan kuil dan kastil yang begitu indah dan mengagumkan.  Namun saya kira diantara peninggalan sejarah berupa kuil, kastil, keindahan alam, ada satu hal yang saya nilai paling besar.

Apa itu peninggalan yang terbesar?
Yaitu Spirit Bushido dari para samurai, yang demikian sudah mendarah daging dalam masyarakat Jepang. Saya nilai inilah warisan leluhur yang paling berharga yg membuat bangsa Jepang bisa maju dan modern seperti saat ini.
 
Bagaimana dengan Indonesia negara kita ya? Warisan apa ya… kira-kira yang paling berharga?

Semoga bermanfaat dan memberi inspirasi

 
<script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "ca-pub-8858000348321612";
/* iklan google */
google_ad_slot = "9912122604";
google_ad_width = 728;
google_ad_height = 90;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script>

Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …

Olahraga Sekaligus Piknik di Tian Tan Buddha

Setelah beberapa kali pergi ke Hong Kong, saya akhirnya berkesempatan mengunjungi Tian Tan Buddha, sebuah patung Buddha terbesar di Hong Kong yang terletak di Ngong Ping, Pulau Lantau. Patung ini merupakan salah satu tempat wajib yang dikunjungi turis.

(Mengapa baru sekarang? Bukan apa-apa, minat saya sih ada tetapi kadang sering kalah oleh nafsu berbelanja di Hong Kong. Apalagi, kalau menginap di Kowloon. Yah, bawaan kaki pasti menelusuri Nathan Road dan Harbor Front).


Patung Buddha raksasa Tian Tan.

Salah satu hal yang menunda niat saya mengunjungi Tian Tan adalah lokasinya yang cukup jauh sehingga tidak bisa sekali naik dengan kereta bawah tanah. Perlu sekitar 35 menit dari stasiun Hong Kong ke stasiun Tung Chung. Dan setelah turun dari stasiun kereta Tung Chung, mesti meneruskan dengan transportasi lain.

Jika kantong tebal, bisa memilih kereta gantung dengan waktu tempuh sekitar 25 menit. Tetapi, kalau keuangan terbatas (seperti saya waktu itu), bisa naik bus (NLB) sel…