Skip to main content

Proyek Super Lama

Baru saja saya melihat sebuah artikel menarik mengenai megaproyek terlama di dunia. Emangnya bisa berapa lama sih? Kalau tembus 100 tahun itu sudah luar biasa. Hampir dipastikan penggagasnya tidak akan melihatnya selesai, keburu pulang ke Surga... Ternyata luar biasa lama.

Berikut ini daftarnya:

10.     Colosseum / Coliseum: 10 tahun
9.       Parthenon: 17 tahun
8.       Giza Pyramids: 20 tahun
7.       Sacsayhuaman: 63 tahun
6.       York Minster Cathedral: 252 tahun!
5.       Chichen Itza: 400 tahun!
4.       Angkor Wat: 418 tahun!
3.       Petra: 850 tahun!!
2.       Stonehenge: 1600 tahun!!!
1.       Great Wall of China: 2000 tahun!!!!!

Yang 10-20 tahun, masih tidak terlalu mengherankan. Proyek ini bisa diselesaikan oleh insinyur atau kepala proyek atau project manager yang sama dari awal sampai akhir.

Yang 63 tahun mulai berat. Belum tentu penggagasnya bisa melihatnya selesai, berlomba dengan usianya. Kalau dihitung generasi, ini cukup untuk menghasilkan cucu (3 generasi). Setidaknya tujuan proyek dan proyek ini jadinya nanti mau seperti apa, bisa dikomunikasikan dan diteruskan ke generasi berikutnya. Dilihat dari tahun pembuatannya, Sacsayhuaman dibuat antara tahun 1445 sampai 1508. Di jaman itu, perubahan teknologi selama 63 tahun tidak terlalu besar. Bisa jadi dari awal sejak akhir proyek masih menggunakan teknik atau metode yang sama.

Angka ratusan tahun (252, 400, 418 tahun) sudah benar-benar sulit. Kebetulan ketiga proyek ini (York Minster, Chichen Itza dan Angkor Wat) dikerjakan di era AD (sesudah masehi). Anggaplah teknologi sudah 'lumayan'. Kertas sudah ada, alat tulis sudah ada. Tantangannya adalah: bagaimana generasi-generasi penerus bisa tetap konsisten dengan tujuan semula? Bayangkan insinyur di tahun ke 300 misalnya, kan boleh saja mengubahnya dengan alasan perubahan zaman? :)

Petra di Jordania perlu 850 tahun. Dimulai di era sebelum masehi, selesai di era sesudah masehi (600 BC - 250 AD). Sudah kenal kertas belum ya? Bisa jadi rakyatnya tahu ada proyek besar dikerjakan dan entah kapan selesainya. Di tahap ini sebenarnya orang bisa benar-benar kehilangan motivasi. Penggagasnya nggak dikenal, bangunan kapan selesai juga nggak tahu. Bisa jadi ada hikayat atau cerita yang diteruskan secara turun-temurun, dan sudah jelas ini harus benar-benar turun-temurun di seantero negeri. Kan tidak tahu anak yang mana yang bakalan jadi insinyur?? Anak siapa yang bakal ikut ambil bagian dalam proyek tersebut??

Dua proyek yang terlama, Stonehenge dan Great Wall of China makan waktu masing-masing 1600 dan 2000 tahun. Ini lebih gila lagi.

Tahu bentuknya Stonehenge? Dilihat sepintas hanya kumpulan batu-batu yang bagi kebanyakan orang kok tidak bermakna? Apaan sih itu? Batu ditumpuk-tumpuk? Diperhatikan lebih jelas, setidaknya ada suatu akurasi yang terus melukiskan pergerakan matahari dan bulan. Bisa dibayangkan, selama 1600 tahun menyusun suatu proyek yang tetap memiliki akurasi tinggi. Zaman masa pengerjaannya juga benar-benar kuno: 3100 BC - 1500 BC. Astaga... Manusia zaman batu sudah punya pikiran sedemikian besar, walaupun hanya berteknologi batu (makanya bentuknya juga hanya tumpukan batu). Tapi akurasi penyusunannya yang memerlukan ilmu science kelas berat, seberat batu yang digunakannya.

Great Wall of China juga menarik. Perlu waktu 2 millennium penuh untuk menyelesaikannya! Ini sudah lintas dinasti, gonta-ganti raja dan kaisar, bahkan luas wilayah pun berubah-ubah. Dibangun sejak 400 BC - 1600 AD, pembangunannya melintasi era zaman Tiga Kerajaan (220-280 AD). Antar dinasti saling perang (negara ini termasuk yang paling sering dan paling banyak perang saudara), luas daerah berubah-ubah dan yang namanya kaisar saat itu bervariasi, mulai dari yang bijaksana sampai yang bodoh (sebentar aja sudah terguling). Terhadap proyek ini, masih bisa tetap memiliki visi yang sama, bahkan tetap mendukung pendanaannya, masuk APBN setiap tahun, padahal dinasti berikut bisa jadi adalah musuh dinasti sebelumnya. Lucu lagi, saat terpecah jadi kerajaan-kerajaan kecil, bagaimana cara mereka akur, bagian mana milik siapa? Lalu dimasukkan APBN masing-masing kerajaan? :)

Kertas baru ditemukan tahun 105 AD. Kalau untuk menulis, sebentar aja pasti sudah rusak. Diperlukan kesabaran extra dan keyakinan super tinggi untuk mau mentranskripsi isi kertas yang lama ke kertas baru untuk menjaga keutuhan pesan di dalamnya.

Kira-kira apa saja ya yang diperlukan untuk bisa konsisten menjalankan proyek superlama sampai berhasil seperti itu?

Comments

Popular posts from this blog

Krisis ekonomi 1930-an

HAMPIR sepanjang tiga dasawarsa pertama abad ke-20 ekonomi dunia tumbuh pesat. Optimisme sangat besar juga di Indonesia (Hindia Belanda pada masa itu). Tetapi ternyata krisis datang dengan tiba-tiba menjelang akhir 1929, dan akan berlangsung selama bertahun-tahun. Biarpun sejak 1937 ada perbaikan namun sebenarnya baru Perang Dunia II yang mengakhiri zaman depresi.

Sejak mula, perkebunan Indonesia, sebagai penghasil ekspor, sangat sensitif terhadap naik turunnya pasaran dunia. Dalam abad ke-19 hasil ekspor yang terbesar adalah gula dan kopi, khususnya dari Jawa. Gula, kata orang, adalah laut tempat Pulau Jawa mengapung. Dialah soko guru kemakmuran ekonominya. Tetapi dalam abad ke-20, dengan saingan dari Brazil, yang menanam kopi, dan Filipina dan Kuba yang mengembangkan perkebunan gula, serta dimajukannya pembuatan gula biet di Eropa, arti gula sebagai bahan ekspor merosot. Ekspor gula ini kemudian jatuh sama sekali dan hilang arti…

Dome Of the Rock Itu bukan Al-Aqsa

Sebagian orang mungkin sering keliru membedakan antara Masjid Al-Aqsa dengan the Dome of the Rock (Kubah Batu Karang), dengan khas kuning keemasan. Orang sering menyangka bahwa the Dome of the Rock adalah Masjid Al-Aqsa. Jika diperhatikan dengan teliti peta keliling kawasan Haram As-Sharif secara seksama, kita akan dapat melihat sebuiah lagi kubah berwarna hijau yang kelihatan agak samar-samar. Percaytalah, kubah yang berwarna hijau itulah Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya yang kini berada dalam wilayah cengkeraman Yahudi Israel.
Beberapa saat yang lalu, Dr. Marwan Saeed Saleh Profesor Matematika di Universitas Zayed Dubai pernah menulis peringatanj tentnang tipuan yahudi mengenai kubah masjid Al-Aqsa dengan kubah masjid Shakhra atau populer disebut the Dome of the rock (Kubah Batu Karang). Surat yang ditulis dan dimuat di Harian Al-Dastour itu antara lain menjelaskan bebrapa kekeliruan memahami Masjidil Aqsa dan The Dome of The Rock.
Sebagaimana diketahui, disekitar Haram AS-S…

Fiat Money tanpa Standar Emas

Meninggalkan Standar Emas Adalah Kesalahan Fatal Yang Harus Kita TanggungOleh Edmund ConwayPada hari Senin pagi kita sudah berhasil bertahan hidup selama empat dekade dengan fiat money (*) - meskipun, mengingat kekacauan yang terjadi di pasar dalam beberapa pekan terakhir, banyak yang menebak-nebak berapa lama lagi hal ini akan bisa bertahan.Pada tanggal 15 Agustus 1971, saat keuangan publik Amerika terhambat karena biaya perang Vietnam, Presiden Richard Nixon akhirnya memotong kaitan antara dolar AS dan emas. Sampai saat itu, Departemen Keuangan AS berkewajiban untuk menukar satu ons emas dimana Bank Sentral bersedia untuk membayarnya seharga $ 35.Tiba-tiba, untuk pertama kalinya dalam sejarah, tingkat mata uang dunia tidak bergantung pada nilai emas atau komoditas lain yang nyata tapi pada tingkat kepercayaan yang dimiliki investor pada mata uang itu. Bank Sentral diizinkan untuk menetapkan kebijakan moneter berdasarkan naluri mereka daripada pada kebutuhan untuk menjaga …